Showing posts with label menanam. Show all posts
Showing posts with label menanam. Show all posts

Friday, March 9, 2018

Peluang Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik

Budidaya Sayuran Dengan Teknik Hidroponik


budidaya sayuran dengan sistem hidroponik

Budidaya tanaman dengan cara hidroponik belakangan ini menjadi banyak digemari. Tanaman yang umum ditanama dengan sistem hidroponik ini adalah jenis tanamanan sayuran. Sistem hidropoik termasuk sistem yang ramah lingkungan dan hemat tempat. Selain untuk di konsumsi sendiri, budidaya sayuran dengan teknik hidroponik juga sudah banyak dilakukan dalam pertanian skala besar. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan akan sayuran dari hasil hidroponik. Peluang bisnisnya pun cukup menjanjikan, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia adalah beberapa negara dengan permintaan sayuran hidroponik ynag sangat tinggi.

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan media tanam berupa air (hydro) tanpa menggunakan tanah dengan menekanakan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman itu sendiri. Walaupun media tanam yang digunakan adalah air, Teknik hidroponik ini justru lebih hemat air. Pemenuhan kebutuhan air pada sistem hidroponik lebih sedikit ketimbang dengan menanam pada media tanah. Ini dikarenakan pengguaan air pada sistem hidroponik lebih efisien dibanding pada sistem konvensional pada umumnya. Sehingga pertanian dengan sistem hidroponik sangat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas.

Sistem hidroponik adalah sistem pertanian yang fleksibel, sehingga dapat dilakukan dimana saja. Peralatan yang digunakan pun tergolong sederhana dan umumnya adalah menggunakan paralon sebagai media tanam tempat pengaliran air. Menanam sayuran dengan sistem organik banyak menjadi pilihan, ini karena sayuran dapat dengan mudah tumbuh pada sistem hidroponik. Jenis sayuran yang sangat umum ditanam dengan sistem hidroponik seperti Seledri, Kangkung, Bayam maupun Selada.

kelebihan dan kekurangan sayuran hidroponik


Kelebihan Sayuran Dari Hasil Sistem Hidroponik


Walaupun belum dapat dibuktikan secara ilmiah bahwa sayuran hidroponik lebih sehat dibanding sayur yang ditanam dengan metode lain, akan tetapi beberapa penelitian berskala kecil mengarah ke hal tersebut. Salah satunya adalah penelitian dari Organic Center pada tahun 2008 lalu yang membuktikan tanaman hidroponik memiliki nutrisi melebihi tanaman yang ditanam dengan sistem konvensional. Hal serupa juga dilakukan Practical Hydroponics & Greenhouses dalam jurnalnya pada tahun yang sama.

Namun banyak penelitian menunjukkan hasil yang tidak sama, bahwa sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik memiliki nutrisi yang sama dengan sayuran yang ditanam dengan metode konvensional. Selama sayuran hidroponik tersebut memiliki nutrisi yang memadai seperti air dan mineral untuk pertumbuhannya, dan mendapatkan udara serta cahaya yang cukup, maka sayuran hidroponik mampu tumbuh dengan baik sehingga memiliki nutrisi yang baik pula.

Hidroponik dipilih karena sistem ini cukup mudah dari segi perawatannya, karena pada sistem hidroponik kita tidak direpotkan dengan penyiraman yang sudah dilakukan dengan bantuan pompa secara berkelanjutan. Selain itu sistem ini juga bebas gulma, sehingga tidak ada kegiatan penyiangan yang merepotkan.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik Dengan Benar




Penyiapan Lahan Tanam Hidroponik

Langkah petama untuk memulai menanam sayuran dengan cara hidroponik adalah penyiapan wadah sebagai media tanam. Sesuaika ukuran pipa utama sesuai dengan keinginan, umumnya pipa yang digunakan adalah ukuran 2,5" - 3". Selanjutnya paralon diberi lubang untuk tempat penanaman dengan diameter 5cm dan beri jarak 20cm pada setiap lubangnya.

Penyusuna paralon sendiri dilakukan melihat luas area yang akan gunakan sebagai area tanam nantinya. Jika memiliki area yang terbatas, penyusunan paralon bisa digunakan dengan teknik vertikultur (susunan vertikal). Namun jika area yang digunakan cukup luas, anda bisa menyusun paralon secara berjajar.

Cara Penyemaian Benih Hidroponik

Setelah Lahan tanam tersedia, selanjutnya adalah persiapan benih tanaman. Pemilihan benih sayur hidroponik usahakan benih dengan tingkat germinasi 80%. Siapkan wadah atau tray sebagai tempat untuk menyimpan benih nantinya. Selain itu siapkan juga media semai bibit, seperti ijuk, rockwool dll. Media semai yang cukup baik adalah dari bahan rockwool, bahan ini cukup praktis serta memiliki daya serap air yang cukup tinggi.

Selanjutnya anda bisa memotong rockwool dengan ukuran 5x5cm, namun anda perlu menyiapkan tempat sementara untuk untuk masing-masing potongan rockwool tersebut. Wadah rockwool ini dibuat dari pipa ukuran 3/4" yang dipotong-potong dengan ukuran masing-masing 5 cm. Lalu masing-masing potongan pipa di isi dengan potongan rockwool. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemindahan benih nantinya, jika benih di tanam pada rockwool utuh maka pengambilan benih nantinya kan lebih sulit. Pemotongan rockwool juga berpotensi merusak benih, karena akar benih kemungkinan besar juga ikut terpotong.

Potongan-potongan pipa yang telah diisi rockwool selanjutnya disiram dengan air bersih. Setelah itu baru memasukan benih kedalam masing-masing rockwool. Pengambilan benih yang kecil perludilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak benih tersebut, penggunaan cotton bud bisa membantu dalam pemindahan benih kedalam media semai. Benih yang telah di masukan kedalam media semai ditempatkan pada area yang teduh sampai menjadi kecambah. Perawatan benih cukup dilakukan dengan penyiraman yang rutin sampai benih cukup umur untuk dipindahkan ke lahan tanam / Paralon.

Cara menanam benih sayuran hidroponik

Penanaman Dan Perawatan Sayuran Hidroponik


Untuk pemindahan benih yang sudah cukup umur ke lahan taman cukup mudah. Ambil pipa yang berisi benih tersebut, lalu sodok pada bagian bawah pipa sampai rockwool keluat. Rockwool yang berisi kecambah inilah yang nati akan ditanam pada lahan tanam/paralon. Caranya cukup masukan rockwool yang berisi kecambah kedalam masing-masing lubang pada paralon yang telah disiapkan sebelumnya. Tidak ada perawatan khusus selama proses penanaman dan perawatan, hanya perlu memperhatikan kualitas dari air yang digunakan.

Perawatan pada sistem hidroponik pada dasarnya tidak berberda dengan sitem konvensional. Kualitas air menjadi perhatian penting dalam sistem hidroponik, serta tingkat salinitas dari air dijaga agar tidak melebih 2500 ppm. Air yang digunakan tidak boleh mengandung banyak unsur logam berat.


Tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik harus tercukupi semua kebutuhan nutrisinya dengan tepat. Pemberian nutrisi ini sangatlah penting bagi tanaman, nutrisi hidroponik sendiri dapat dengan mudah ditemukan dipasaran. Pemberian nutrisi dapat dilakukan langsung pada bak penampungan, namun sebelumnya nutrisi ahidroponik harus dicairkan terlebih dahulu. Larutan Nutrisi tersebut dapat diberikan sesuai kebutuhan atau terjadwal. Setiap kali larutan nutrisi berkurang hingga dibawah tingkat minimal, maka perlu ditambahkan dengan air.

Cara menanam tanaman buah ataupun sayuran hidroponik juga cocok diterapkan pada daerah perkotaaan. Karena banyak menanam dengan sistem hidroponik memiliki banyak manfaat seperti sayuran yang didapat selalu segar dan juga lebih sehat tentunya. Manfaat lain dari sistem hidroponik seperti hemat tempat dan ramah lingkungan menjadikan hidroponik pilihan yang tepat untuk memulai pertanian di perkotaan. Selain semua manfaat tersebut, tentunya hidroponik juga bisa sebagai penambah pundi-pundi anda. Hidroponik merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Wednesday, October 18, 2017

Cara Membuat Benih dan Bibit Cabe Rawit Merah Sendiri

Cabe rawit adalah salah satu bahan pelengkap yang sangat sering kita jumpai. Cabe rawit bisa digunakan sebagai bumbu campuran masakan untuk menciptakan rasa pedas pada makanan, ataupun sebagai pelengkap saat menyantap gorengan. Harga cabe rawit bisa di bilang sangat fluktuatif, terkadang harga cabe rawit merah bisa membumbung sanagt tinggi pada musim - musim tertentu.

Meskipun banyak petani yang membudidayakan cabe rawit, namun terkadang masih saja dipasaran kita temukan bahwa cabe rawit langka. Kelangkaan cabe rawit sendiri disebabkan banyak faktor, seperti serangan hama ataupun gagal pane akibat cuaaca maupun kualitas benih cabe rawit yang buruk. Nah, berbicara masalah benih cabe rawit. mungkin dari anda disini banyak yang mencoba menanam cabe rawit sendiri dirumah. namun terkadang hasil yang di dapat ketika cabe mulai tumbuh tidak sesuai harapan.

cara membuat benih cabe rawit dari buah

Salah satu modal awal untuk mendapat hasil yang memuaskan ketika menanam cabe rawit dipekarangan adalah dari kualitas benih yang digunakan. Untuk mendapatkan benih yang berkualitas tentu saja anda cukup datang ke toko pertanian dan membelinya sengan beragam harga benih cabe rawit.

Namun bagi anda yang ingin membuat sendiri benih cabe rawit yang berkualitas, mungkin beberapa langkah ini bisa membantu anda dalam pembuatan bibit cabe rawit merah:

Pemilihan Buah Cabe Rawit Yang Baik

Langkah pertama adalah memilih buah cabe rawit yang memiliki kualitas baik dengan tingkat kematangan yang bagus. Jangan membuat bibit cabe rawit dari cabe sisa yang terdapat pada bungkus gorengan anda. Hal ini dikarenakan, cabe rawit yang digunakan tukang gorengan adalah cabe rawit yang masih muda ataupu tidak matang sempurna. Buah cabe rawit yang tidak cukup tua tidak akan bagus untuk di jadikan bibit.

Sebaiknya anda pergi ke Warung sayur ataupun membeli cabe rawit yang sudah merah pada pedagang sayur keliling. Pilihlah cabe rawit dengan warna yang merah dan bentuk buah yang bagus. Cabe rawit yang sudah merah menandakan bahwa bauh cabe tersebut sudah dalam keadaan matang sempurna dan cukup tua untuk dijadikan bibit/benih cabe.

Hal lain dalam pemilihan buah cabe untuk pembuatan bibit yang baik adalah dengan memanfaatkan buah cabe yang anda tanam langsung. Jika anda sudah memiliki batang cabe rawit yang sudah berbuah atau pun tetangga anda ada yang memiliki batang cabe rawit yang sudah berbuah, mintalah bebrapa buah cabe rawit yang telah matang, berwarna merah dan memiliki bentuk buah yang bagus serta tidak terserang penyakit.

Memilih buah cabe rawit untuk dijadikan bibit

Buah cabe rawit yang sudah dipilih tersebut selanjutnya akan dipotong menjadi 3 bagian ( ujung, tengah, pangkal ). Bagian yang diambil untuk dijadikan benih cabe adalah potongan bagian tengah buahnya. Bagian unjung danjuga bagian pangkal buahnya dapat anda buang karena ini kurang bagus untuk dijadikan benih.

Bagian tengan dari buah cabe rawit tersebut lalu dipisahkan antara biji, daging buah dan juga kulitnya. Bagian biji inilah yang nantinya akan kita olang menjadi benih cabe rawit.




Menentukan Kualitas Benih Cabe Rawit Yang Layak Tanam


  • Biji buah yang sudah kita siapkan sebelumnya tidak dapat langsung ditanam begitu saja. Tidak semua biji cabe tersebut layak untuk dijadikan benih. Perlu dipisahkan antara biji yang layak tanam maupun biji yang tak layak tanam.
  • Untuk memisahkan kualitas biji tersebut, pertama anda dapat menyiapkan sebuah wadah seperti gelas plastik. tapi jangan gunakan wadah yang terlalu kecil serta tidak bocor. Karena ukuran wadah yang terlalu kecil hanya akan menyulitkan anda pada proses selanjutnya nanti.
  • Setelah itu siapkan satu siung bawang merah lalu tumbuk atau giling bawang merah tersebut sampai benar - benar halus. Gilingan bawang merah ini nantinya digunakan sebagai bahan campuran untuk media pemisah kualitas biji cabe untuk dijadikan benih.
  • Selanjutnya siapkan air hangat - hangat kuku lalu masukan kedalam wadah gelas plastik yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Lalu campurkan air tersebut dengan gilingan bawang merah yang sudah kita haluskan sebelumnya dan aduh sampai merata.
  • Biji cabe yang sudah disiapkan selanjutnya di masukan kedalam larutan air bawang dalam wadah gelas plastik. Pastikan semua biji cabe terendam secara merata, lalu biarkan semalaman.
  • Setelah satu malam, biji cabe yang diremdam dalam air larutan bawang tersebut sebagian akan terapung dan sebagian lagi akan terbenam. ini merupakan cara sederhana untuk memilih mana benih yang layak tanam dan yang tidak layak tanam.
  • Benih cabe yang layak tanam adalah biji cabe yang dalam kondisi terbenam, sedangkan yang terapung merupakan biji yang tak layak tanam sehingga tidak terpakai dan dapat dibuang. Sedangkan biji cabe yang terbenam selanjutnya ditiriskan sebentar.
  • Biji cabe yang sudah di tiriskan selanjutnya di jemur sampai benar - benar kering. Tapi perlu diperhatikan dalam proses penjemuran jangan dibawah sinar matahari langsung. sinar matahari secara langsung hanya akan membuat benih menjadi mati dan tidak mau tumbuh ketika di tanam.
  • Biji cabe rawit yang sudah kering ini merupakan benih cabe yang siap tanam dan memiliki kualias yang baik.




gambar : berkahpertanian.blogspot.com




Cara Menyemai Benih Cabe Rawit

Peratalan yang diperlukan:


  • Beberapa lembar tisu / kapas
  • Air bersih
  • Wadah berupa pot / ember
  • Penutup wadah

Proses penyemaian benih cabe rawit


  1. Siapkan beberapa lembar tisu atau kapas sebagai alas, lalu basahi dengan air bersih secukupnya.
  2. Sebarkan beberpa benih cabe pada alas dari tisu atau kapas yang dibasahi sebelumnya.
  3. Setelah benih tersebar pada alas, selanjutnya ambil beberapa lembar tisu dan gunakan untuk menutupi benih yang sudah disebar sebelumnya.
  4. Tisu yang digunakan sebagai penutup benih tersebut lalu dibasahi lagi dengan air bersih
  5. Tisu atau kapas yang berisi benih cabe rawit sebagai media semai selanjutnya diletakan kedalam ember / pot lalu di tutup rapat.
  6. Dalam beberapa hari biasanya benih yang disemai akan mulai berkecambah dan siap ditanam ke media tanam berupa pot maupun pekarangan rumah.


Tahapan pembuatan bibit cabe rawit dari buah ini bisa anda praktekan sendiri dirumah. Proses pembuatan yang tidak terlalu sulit serta dengan berbekal bahan - bahan yang cukup mudah ditemui disekitar kita. Bagaimana, tertarik untuk mulai menanam cabe rawit dipekarangan rumah sendiri? atau anda ingin Menanam Cabe Rawit Dalam Polybag?