Showing posts with label Insektisida Alami. Show all posts
Showing posts with label Insektisida Alami. Show all posts

Friday, December 29, 2017

Solusi Mengatasi Hama Dan Penyakit Kacang Panjang

Kacang panjang adalah salah satu jenis tanaman palawija yang cukup digemari. Potensi budidaya jenis palawija ini cukup menguntungkan. Dengan perawatan yang mudah dan kebutuhan pasar yang stabil membuat banyak petani yang menjadikan kacang panjang sebagai tanaman kedua atau pun tanaman utama mereka. Namun perawatan yang mudah bukan berarti kacang panjang bebas dari hama dan penyakit. Setidaknya ada 2 jenis hama dan 2 jenis penyakit yang cukup umum dijumpai pada budidaya kacang panjang.



Hama Pada Kacang Panjang

Kutu Aphids ( Aphis Craccivora )

Hewan berwarna hitam ini sering dijumpai hinggap pada tanaman kacang panjang. Ciri-ciri tanaman kacang panjang yang terserang hama ini adalah, daun yang menggulung dan mengeras kearah dalam. Ini disebabkan kutu Aphids yang suka bergerombol pada balik daun. Kutu Aphids termasuk jenis hama yang berperan penting dalam gagalnya budidaya kacang panjang.

Untuk mengatasi kacang panjang yang terserang hama ini dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida pada bagian belakang daun. Beberapa contoh insektisida untuk mengatasi hama kutu aphids adalah Akodan 350 EC, Matador 25 EC dan Perfekthion 400 EC. Dosis penggunaan insektisida ini dapat menyesuaikan dengan petunjuk pada label kemasan.

Ulat Penggerk Polong ( Maruca Testualis )

Ciri-ciri ulat penggerek polong ini adalah berwarna hijau ketika muda. Warnanya akan berubah menjadi coklat kehitaman seiring bertambahnya usia ulat. Hama ini menyerang buah kacang panjang dengan melubangi kulit polong dan memakan biji muda dari kacang panjang. Dampaknya, tanaman kacang panjang menjadi tidak produktif dan mengakibatkan gagal panen karena polong menjadi busuk.

Cara mengatasi ulat penggerek polong dapat dilakukan pencegahan dengan memasang perangkap kupu-kupu. Perangkap yang dipasang bisa berbentuk lem yang ditempelkan pada sepotong pipa pvc atau bisa juga menggunakan botol bekas air mineral. Namun apabila ulat penggerek polong sudah menyerang, dapat dibasmi dengan menyemprotkan insektisida seperti Decis 25 EC, Buldok 25 EC atau  Curacon 500 EC dengan dosis sesuai.


Penyakit Pada Tanaman Kacang Panjang

Penyakit Karat Daun ( Uromyces sp. )

Karat daun merupakan salah satu penyakit utama pada budidaya kacang panjang. Gejala awalnya yaitu muncul bercak kecoklatan pada bagian daun. Bercak coklat ini semakin lama akan semakin menyebar pada seluruh bagian daun. Dampak terburuknya adalah daun tanaman menjadi kering dan rontok.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sanitasi lingkungan dan mengontrol saluran drainase pada lahan. Untuk mengatasi serangan karat daun dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida. Pemberian fungisida terbukti efektif untuk mengatasi penyakit ini. Fungisida yang dapat anda pakai adalah Score 250 EC atau Anvil 50 SC dengan dosis sesuai.


Penyakit Bercak Daun ( Cercospora sp. )

Gejala yang dialami tanaman kacang panjang yang terkena bercak daun adalah munculya bercak kuning pada bagian tengan daun. Bercak kuning ini semakin lama akan semakin membesar dan berwarna kecoklatan. Biasanya dalam satu helai daun terdapat beberapa bercak kuning tersebut.

Tak jauh berbeda dengan penyakit karat daun, bercak daun juga dapt dicegah dengan melakukan sanitasi dan kontrol drainase. Dan untuk tanaman yang sudah terserang juga dapat diobati dengan diberi Score 250 EC atau Anvil 50 SC sebgai fungisida pembasmi penyakit.


Sebetulnya masih ada beberapa hama dan penyakit tanaman lain yang bisa menyerang kacang panjang. Namun beberapa hama dan penyakit diatas merupakan yang paling umum di jumpai para pembudidaya kacang panjang. Semoga bermanfaat !

Tuesday, November 14, 2017

Insektisida Alami Pembasmi Kutu Putih Pada Tanaman

insektisisa adalah zat untuk membasmi hama pada tanaman. Insektisida yang sering dijumpai dan dipakai umumnya terbuat dari bahan kimia. Efek bahan kimia pada pada isektisida memang terbukti ampuh dalam mengatasi permasalahan hama pengganggu seperti kutu putih.

Apa Itu Kutu Putih


Berbicara soal kutu putih pada tanaman, hama ini biasanya menempel pada permukaan buah serta daun bagian bawah. Disebut kutu putih karena hama ini memiliki serbuk lilin putih yang berfungsi menutupi seluruh bagian tubuhnya. Beberapa tanaman yang rentan terserang kutu putih adalah Mangga, Pepaya, Jeruk, Terong, Tomat, Alpukat, Katuk dan beberapa tanaman hias.

Tanaman yang terinfeksi kutu putih biasanya akan membuat pucuk daun keriput serta mengecil. Hal ini karena kutu putih menghisap cairan pada tanaman serta menginjeksikan racun yang juga terdapat pada mulutnya. Jika pada pohon pepaya, kutu putih menghasilkan embun madu yang akan ditumbuhi jamurjelaga. Jamur ini akan membuat permukaan buah serta daun pepaya menjadi menghitam.

Walaupun disebut kutu putih, sebenarnya hewan ini memiliki warna kuning. Menjelang dewasa warna tubuhnya akan berubah menjadi merah jambu. Pada fase inilah kutu putih mulai mengeluarkan serbuk lilin yang menutupi seluruh bagian tubuhnya sehingga berwarna putih.

cara membasmi kutu putih pada tanaman

Cara Penyebaran Kutu Putih


Pada dasarnya kutu putih bukanlah hewan yang banyak bergerak. Kutu Putih dewasa cenderung lebih banyak diam, Akan tetapi pada fase instar-1, hama ini aktif merayap ke seluruh bagian tanaman. Karena ukurannya yang kecil, tak jarang kutu putih terbawa angin atau menempel pada kaki burung. Hal inilah yang menjadi faktor utama penyebaran kutu putih dari satu pohon ke pohon lain.

Selain itu karena sifat lilinnya yang lengket, kantung telur maupun kutu putih betina juga terkadang menempel pada pakaian seseorang yang masuk kedaerah yang terkena kutu putih. Kantung telur dan betina yang menempel tersebut akhirnya terbawa dan menyebar ke area lain.

Insektisida alami untuk kutu putih


Tersedia beragam insektisida berbahan kimia yang dapat dengan mudah dibeli pada toko pertanian. Insektisida kimia ini biasanya mengandung bahan aktif imidakloprid, asetamiprid, lamda sihalotrin, serta klorpirifos. Namun sekarang banyak yang beralih menggunakan insektisida alami untuk mengusir kutu putih seperti :

Insektisida kutu putih dari bawang putih.


Untuk membasmi kutu putih pada tanaman bisa menggunakan bawang putih. Caranya dengan menumbuk beberapa siung bawang putih hingga halus. Bawang putih yang telah halus lalu di peras airnya serta dicampurkan air bersih sesuai kebutuhan. Untuk kasus kutu putih yang melekat erat pada daun atau buah, campuran yang digunakan bisa ditambahkan minyak kelapa.

insektisida alami pembasmi kutu putih

Membasmi kutu putih dengan ekstrak tembakau


Ekstrak tembakau dapat diperoleh dengan cara merendam beberapa helai daun tembakau dengan methanol. Methanol akan melarukan sari tembakau yang nantinya digunakan untuk membasmi kutu putih. Selain methanol, bahan pelarut juga bisa menggunakan spiritus. Cairan hasil pelarutan daun tembakau ini nantinya disemprotkan pada bagian-bagian yang terserang kutu putih.