Showing posts with label kacang panjang. Show all posts
Showing posts with label kacang panjang. Show all posts

Wednesday, April 4, 2018

Manfaat dan Ciri-Ciri Tanaman Kacang Panjang

manfaat dan ciri kacang panjang


Kacang panjang (Vigna sinensis L.) adalah tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Kacang panjang berasal dari India dan Afrika yang menyebar kedaerah Asia hingga ke Indonesia.

Ciri-Ciri Fisik Tanaman Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan jenis tanaman semusim yang merambat dengan ciri-ciri tanaman sebagai berikut :

  • Panjang batangnya sekitar 2-4 meter
  • Polong berbentuk bulat memanjang
  • Polong memiliki panjang antara 10-100cm
  • Batangnya bersifat memanjat dan membelit
  • Daun bersusun tiga-tiga helai
  • Bunga bebrbentuk kupu-kupu berwarna biru muda

Batang kacang panjang memerlukan penopang atau tiang sebagai media rambatnya, ini untuk mencegah agar buah tidak terjuntai menyentuh tanah. Tanaman kategori palawija ini mampu tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga ketinggian 700m diatas permukaan laut.

Manfaat Tanaman Kacang Panjang

Meski banyak sekali manfaat dari tanaman kacang panjang ini, Namun secara umum tanaman kacang panjang memiliki 2 manfaat yaitu:

1.Sebagai penyubur tanah

Kacang panjang mampu membantu dalam penyubran tanah karena adanya bintil-bintil bakteri Rhizobium yang terdapat pada akarnya. Rhizobium berguna untuk mengikat nitrogen bebas dari udara. Itulah kenapa banyak para petani yang menanam kacang panjang sebagai tanaman sela pada sawah mereka.

2.Sebagai sayuran

kacang panjang memiliki kandungan zat gizi seperti protein, kalori, vitamin A dan vitamin B. Bahkan daun kacang panjang dipercaya berkhasita dalam memperbanyak ASI pada ibu menyusui.

Tabel Kandungan Gizi Kacang Panjang per 100gr

Kandungan Jumlah
Energi 44 Kal
Protein 270 mg
Lemak 30 mg
Karbohidrat 780 mg
Kalsium 49 mg
Fosfor 437 mg
Zat Besi 0,7 mg
Vitamin A 50 RE
Vitamin B 0,13 mg

Friday, December 29, 2017

Solusi Mengatasi Hama Dan Penyakit Kacang Panjang

Kacang panjang adalah salah satu jenis tanaman palawija yang cukup digemari. Potensi budidaya jenis palawija ini cukup menguntungkan. Dengan perawatan yang mudah dan kebutuhan pasar yang stabil membuat banyak petani yang menjadikan kacang panjang sebagai tanaman kedua atau pun tanaman utama mereka. Namun perawatan yang mudah bukan berarti kacang panjang bebas dari hama dan penyakit. Setidaknya ada 2 jenis hama dan 2 jenis penyakit yang cukup umum dijumpai pada budidaya kacang panjang.



Hama Pada Kacang Panjang

Kutu Aphids ( Aphis Craccivora )

Hewan berwarna hitam ini sering dijumpai hinggap pada tanaman kacang panjang. Ciri-ciri tanaman kacang panjang yang terserang hama ini adalah, daun yang menggulung dan mengeras kearah dalam. Ini disebabkan kutu Aphids yang suka bergerombol pada balik daun. Kutu Aphids termasuk jenis hama yang berperan penting dalam gagalnya budidaya kacang panjang.

Untuk mengatasi kacang panjang yang terserang hama ini dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida pada bagian belakang daun. Beberapa contoh insektisida untuk mengatasi hama kutu aphids adalah Akodan 350 EC, Matador 25 EC dan Perfekthion 400 EC. Dosis penggunaan insektisida ini dapat menyesuaikan dengan petunjuk pada label kemasan.

Ulat Penggerk Polong ( Maruca Testualis )

Ciri-ciri ulat penggerek polong ini adalah berwarna hijau ketika muda. Warnanya akan berubah menjadi coklat kehitaman seiring bertambahnya usia ulat. Hama ini menyerang buah kacang panjang dengan melubangi kulit polong dan memakan biji muda dari kacang panjang. Dampaknya, tanaman kacang panjang menjadi tidak produktif dan mengakibatkan gagal panen karena polong menjadi busuk.

Cara mengatasi ulat penggerek polong dapat dilakukan pencegahan dengan memasang perangkap kupu-kupu. Perangkap yang dipasang bisa berbentuk lem yang ditempelkan pada sepotong pipa pvc atau bisa juga menggunakan botol bekas air mineral. Namun apabila ulat penggerek polong sudah menyerang, dapat dibasmi dengan menyemprotkan insektisida seperti Decis 25 EC, Buldok 25 EC atau  Curacon 500 EC dengan dosis sesuai.


Penyakit Pada Tanaman Kacang Panjang

Penyakit Karat Daun ( Uromyces sp. )

Karat daun merupakan salah satu penyakit utama pada budidaya kacang panjang. Gejala awalnya yaitu muncul bercak kecoklatan pada bagian daun. Bercak coklat ini semakin lama akan semakin menyebar pada seluruh bagian daun. Dampak terburuknya adalah daun tanaman menjadi kering dan rontok.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sanitasi lingkungan dan mengontrol saluran drainase pada lahan. Untuk mengatasi serangan karat daun dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida. Pemberian fungisida terbukti efektif untuk mengatasi penyakit ini. Fungisida yang dapat anda pakai adalah Score 250 EC atau Anvil 50 SC dengan dosis sesuai.


Penyakit Bercak Daun ( Cercospora sp. )

Gejala yang dialami tanaman kacang panjang yang terkena bercak daun adalah munculya bercak kuning pada bagian tengan daun. Bercak kuning ini semakin lama akan semakin membesar dan berwarna kecoklatan. Biasanya dalam satu helai daun terdapat beberapa bercak kuning tersebut.

Tak jauh berbeda dengan penyakit karat daun, bercak daun juga dapt dicegah dengan melakukan sanitasi dan kontrol drainase. Dan untuk tanaman yang sudah terserang juga dapat diobati dengan diberi Score 250 EC atau Anvil 50 SC sebgai fungisida pembasmi penyakit.


Sebetulnya masih ada beberapa hama dan penyakit tanaman lain yang bisa menyerang kacang panjang. Namun beberapa hama dan penyakit diatas merupakan yang paling umum di jumpai para pembudidaya kacang panjang. Semoga bermanfaat !