Showing posts with label Tabulampot. Show all posts
Showing posts with label Tabulampot. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Beberapa Contoh Tanaman Buah Yang Cepat Panen

Tanaman buah yang cepat panen adalah salah satu hal yang sering dicari. Potensi tanaman buah di Indonesia cukup menjanjikan, tanah yang subur dan kaya akan unsur hara menjadi salah satu alasan banyak yang mencoba menanam sendiri tanaman buah mereka. Berbagai metode dalam melakukan penanaman tanaman buah mulai dari kebun dengan hamparan luas, menanam buah di pekarangan rumah, hingga yang sekarang populer adalah tanam buah dalam pot atau tabulampot.

Peluang tabulampot begitu menjanjikan, mulai dari waktu panen buah yang relatif lebih cepat, hingga harga bibit tabulampot yang cukup tinggi. Tentu saja ini menjadi peluang manis bagi anda yang hobi bertani khususnya tanaman buah. Beberapa tanaman buah dibawah ini cocok sekali jika anda ingin berbisnis tabulampot dengan pertimbangan waktu panen yang cepat dan tanamannya banyak digemari.

Tanaman Buah Dalam Pot Yang Cepat Panen


Ada beraneka ragam cara untuk menanam pohon buah. Yang paling murah dan mudah adalah menanam tanaman buah dengan pot. Bercocok tanam dengan menggunakan media pot bisa dibilang adalah cara yang terbilang simpel dan sederhana. Namun, jika diseriuskan dengan perawatan yang baik, ini adalah salah satu potensi bisnis tanaman buah yang cukup menjanjikan. Tak memerlukan lahan yang luas, tabulampot dapat anda lakukan dengan memanfaatkan media seperti pekarangan rumah.

berikut ini adalah beberapa alternatif dalam memilih tanaman buah yang akan ditanam dalam pot. Tentu saja waktu panen yang cepat menjadi pertimbangan dalam memilih bakal pohon buah tersebut.


1. Buah Tomat - Tanaman Buah Cepat Panen Menguntungkan



Buah Tomat dapat menjadi pilihan tanaman dengan waktu panen yang cukup singkat. Perawatan tanaman inipun tergoloh mudah dilakukan. Tak heran jika buah tomat banyak dijadikan pilihan bagi yang ingin menanam buah dalam pot. Keuntungan lain dari menanam tomat dalam pot adalah permintaan pasar yang cukup tinggi dan stabil. Penyebabnya adalah buah ini sangat kaya manfaat baik dari kandungan maupun kegunaannya.

Buah tomat bisa mulai dipanen saat berumur 2-3bulan sejak masa tanam. Namun dengan perawatan dan pemberian nutrisi yang baik dan benar, hasil yang di dapat juga relatif lebih cepat dan maksimal. Buah ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan aneka kuliner, pembuatan minuman, lalapan dll. Tak heran jika buah ini salah satu tanaman yang cukup digermari oleh masyarakat.


2. Buah Strawberry - Tanaman Buah Sangat Cepat Panennya!

Tidak kalah menjanjikan dengan buah tanaman Tomat, buah Strawberry juga punya peminat dan amat laku untuk anda jadikan bisnis yang solid. Memiliki rasa asam, buah Strawberry tetap saja jadi pilihan beberap orang dan kalangan karena rasanya memang nikmat dan mempunyai kandungan vitamin yang beragam. Apalagi, pesona tampilan tanaman buah yang cepat panen ini juga sungguh enak di pandang. Buah Strawberry akan pesat pertumbuhan dan mudah untuk anda panen kalau suhu tumbuhnya cocok, di puncak, buah Strawberry menjadi pilihan karena puncak bersuhu dingin dan buah Strawberry sangat cocok pada suhu dingin.

3. Buah Jambu - Tanaman Buah Dengan Kategori Cepat Panen Selanjutnya

Tanaman buah buahan lainnya yang bisa tumbuh dalam pot adalah jambu baik itu jambu air ataupun jambu biji sama saja bisa tumbuh dengan baik dalam pot. Mengingat tanaman ini bisa tumbuh besar, usahakan jika sudah mulai tumbuh tinggi pindahkan pada tanah agar bisa tumbuh dengan maksimal. Dengan begitu pohon bisa tumbuh menjulang dengan hasil buah yang maksimal.

Bisa tumbuh melalui pertumbuhan dengan medium pot, Jambu Air ataupun Jambu Biji tidak akan terlalu masalah untuk anda tanam. Tenang saja, kedua jenis jambu ini banyak peminatnya dan memang selalu laku di pasaran. Mengingat tanaman buah Jambu bisa tumbuh besar menjulang ke atas, ada baiknya anda bersiap akan hal itu. Kenapa? Karena Jambu adalah jenis tanaman buah yang cepat panen dan tumbuh, lho!

Thursday, December 28, 2017

Cara Menanam dan Merawat Jambu Kristal Dalam Pot Hingga Panen

Budidaya jambu kristal semakin diminati oleh masyarakat. Selain harga jual jambu kristal yang cukup menggiurkan, cara perawatan jambu kristalpun tergolong cukup mudah. Tak perlu memiliki lahan yang luas untuk dapat memulai menanam jambu kristal. Bidang tanah pada pekarangan rumah pun bisa anda sulap menjadi kebun jambu kristal mini. Namun bagi anda yang tidak memiliki bidang tanah tak perlu khawatir, alternatif untuk membudidayakan jambu kristal bisa anda lakukan dengan tabulampot atau tanam buah dalam pot. Untuk dapat memulai tabulampot jambu kristal, mari simak beberapa tahapan berikut ini.


Budidaya Tabulampot Jambu Kristal

Jambu kristal termasuk kedalam tanaman buah tropis, namun bukan berarti tanaman ini tidak dapat tumbuh pada daerah sub-tropis. Tanaman jambu kristal dapat bertahan dan tumbuh dengan baik pada daerah dengan curah hujan 1000-200mm/tahun dengan tingkat kelembaban suhu yang rendah.

Selain itu pertumbuhan jambu kristal juga dipengaruhi oleh intensitas angin untuk membantu penyerbukan bakal buah nantinya. Namun daerah dengan intensitas angin yang tinggi juga tidak bagus, hal ini dapat membuat kerontokan buah nantinya.

Tanaman jambu kristal termasuk tanaman yang menyukai cahaya matahari. Cahaya matahari dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan buah dan batang. Kekurangan sinar matahari dapat membuat pertumbuhan jambu kristal terhambat dan tanaman menjadi kerdil. Jambu kristal dapat tumbuh optimal pada suhu antara 23-28 derajat Celcius.

cara merawat tabulampot jambu kristal

Pemilihan Bibit Jambu Kristal Yang Tepat

Terdapat beberapa cara dalam mendapatkan bibit jambu kristal. Anda dapat membeli bibit yang sudah tumbuh pada toko pertanian atau penjual bibit tanaman buah. Cara lainya adalah dengan membuat sendiri bibit jambu kristal dengan 2 cara yaitu :


  1. Menanam langsung dari biji buah jambu kristal, dengan cara ini memang bibit yang dihasilkan membutuhkan waktu yang realtif lebih lama. Namun cara ini banyak dipilih untuk mendapatkan bibit dalam jumlah banyak.
  2. Bibit jambu kristal hasil cangkok atau stek, anda juga dapat membuat bibit jambu kristal dari hasil mencangkok batang indukan. Cara ini tergolong cukup mudah dan relatif lebih cepat, namun jumlah bibit yang dihasilkan terbatas.


Persiapan Media Tanam Dalam Pot

Sebelumnya anda perlu menyediakan sebuah pot dengan ukuran sedang atau menyesuaikan dengan besarnya bibit yang akan ditanam. Penggunaan ukuran pot yang bertahap dari mulai pot yag kecil hingga yang besar sangat disarankan. Anda dapat menggunakan pot yang kecil saat mulai menanam dan pindahkan ke pot yang lebih besar saat batang jambu mulai tumbuh.

Untuk media tanam, anda dapat membuatnya dengan campuran tanah yang sudah digemburkan, kompos/pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 1:2:2. Namun sebelum memasukan media tanam kedalam pot, sebaiknya isi dasar pot dengan kerikil/pecahan genteng.

Penanaman Bibit Jambu Kristal Dalam Pot


  • Isi pot dengan media tanam sampai setengah bagian.
  • Pangkas sebagian daun bibit yang akan ditaman untuk mengurangi penguapan.
  • Buka plastik polybag pada bibit dengan hati-hati agar tidak merusak akar.
  • Buat lubang pada media tanam dan letakkan bibit lalu timbun kembali.
  • Padatkan media tanam sekitar batang untuk memastikan tanaman berdiri kokoh.
  • Penyiraman awal dapat dilakukan untuk menjaga kelembaban media tanam.
  • Letakkan pot jambu kristal pada area yang teduh agar tanaman dapat beradaptasi.
  • Lakukan penyiraman rutin setiap pagi dan sore hari.
  • Setelah berumur 1 minggu setelah tanam, pot dapat dipindahkan ke area yang lebih terbuka dan terkena siar matahari.


Perawatan Jambu Kristal Tabulampot

Untuk perawatan jambu kristal tabulampot tidaklah begitu rumit. Penyiraman rutin dapat dilakukan untuk menjaga agar tanaman tidak kekeringan dan mati. Selain itu, penyiangan pada gulma dan tanaman penggangu pada sekitar tanaman perlu dilakukan agar nutrisi tidak dicuri oleh tanaman penggangu tersebut.

Pemangkasan tunas pada batang jambu kristal juga perlu diakukan. Tujuannya agar nutrisi yang terserap dapat dimaksimalkan untuk pembentukan bakal buah yang besar dan manis. Selanjutnya lakukan penggemburan tanah setidaknya sekali dalam sebulan untuk peremajaan.

Pemupukan awal jambu kristal tabulampot, dilakukan setelah usia satu bulam sejak penanaman. Pupuk yang diberikan adalah NPK Mutiara dengan komposisi 25:7:7 sebanyak 100gram setiap batang pohon. Pemeberian pupuk dilakukan dengan cara menyirampak NPK mutiara kedalam media tanam dalam pot. Pupuk ini dapat diberikan setiap 4 bulan sekali.

Pemupukan lanjutan jambu kristal tabulampot, dilakukan setelah tanaman berusia 3 bulan yaitu dengan mengubah dosis NPK menjadi 16:16:16 yang dilarutkan dengan air 1L/10 gram pupuk. Cara pemberian pupuk dengan menyiramkan pada media tanam setiap 4 bulan sekali.

Masa Panen Jambu Kristal

Umumnya jambu kristal dalam pot sudah mulai berbuah saat berumur 6 bulan. Namun pada usia ini biasanya buah yang dihasilkan belum maksimal karena masih dalam tahap belajar berbuah. Namun yang menarik adalah, jambu kristal bukanlah kategori buah musiman. Ini berarti jambu kristal terus berbuah dan dapat dipanen sepanjang tahun hinga berumur 10 tahun. Ukuran buah maksimal bisa sebesar 2 kepalan tangan orang dewasa. Dan untuk 1 batang pohon jambu kristal dapat menghaslikan hingga 10kg buah.

Friday, December 8, 2017

Beberapa Tips Sebelum Melakukan Tabulampot

Tabulampot atau Tanam Buah Dalam Pot, semakin hari semakin digemari oleh kalangan masyarakat. Tabulampot merupakan suatu terknik dalam pembudidayaan tanaman buah dengan menggunakan media pot sebagai lahan tanamnya. Teknik ini cukup digemari oleh mereka yang berdomisili didaerah perkotaan yang padat penduduk. Keterbatasan lahan pada pemukimam padat tidak menjadi alasan untuk tidak bisa menanam tanaman buah.

Kelebihan Budidaya Dengan Tabulampot

Tabulampot banyak digemari masarakat karena memiliki beberapa kelebihan yang tidak didapat pada tanaman yang ditanam pada lahan tanah. Beberapa kelebihan tabulampot adalah :

  1. Tabulampot tidak memerlukan lahan yang luas. Selain itu metode tabulampot ini menjadikan tanaman dengan mudah bisa di pindah-pindahkan letaknya.
  2. Buah hasil dari budidaya tabulampot dari bentuk, ukuran dan kualitasnya cenderung sama dengan buah yang dibudidayakan pada lahan tanah.
  3. Tabulambot cenderung memudahkan dalam hal perawatan, pemupukan, penyiraman maupun dalam pengendalian hama penyakit.
  4. Tanaman yang didatam dalam pot cenderung lebih aman dari gangguan hewan maupun manusia. Ini karena tabulampot biasanya dilakukan pada area yang mudah di awasi seperti pada pekarangan rumah.
  5. Teknik serta budidaya dengan tabulampot cenderung lebih mudah dilakukan, dan tabulampot dapat dilakukan kapan saja tanpa menunggu musim
  6. Disisi lain, tabulampot lebih bernilai ekonomis. Ini karena bibit tanaman buah yang ditanam dalam pot cenderung memiliki harga yang relatif lebih tinggi daripada tanaman yang ditanam pada lahan biasa.


teknik dan cara tabulampot

Teknik dan Cara Budidaya Dengan Tabulampot

Dalam pembudidayaan tabulampot faktor seperti media tanam, pemupukan, penyiraman serta pemangkasa dapat dengan mudah diatur. Namun untuk faktor klimatik seperti ketinggian tempat, kelembaban udara dan sinar matahari harus diperhatikan. Untuk itu pemilihan tanaman haruslah menyesuaikan dengan faktor-faktor lingkungan tersebut.

Persiapan Pot dan Media tumbuh.

Pot merupakan salah satu komponen vital dalam teknik budidaya ini. Untuk itu pemilihan pot yang tepat dan sesuai mutlak harus dipenuhi. Beberapa syarat dan kondisi yang harus diperhatikan dalam pemilihan pot diantaranya :

  1. Usahakan memilih pot yang ringan, kuat (tidak mudah pecah), serta bentuk yang normal dan sesuai dengan jenih tanaman buat yang akan di tanam.
  2. Hindari memilih pot yang memiliki bibir melebar kesamping serta bagian tengah menyempit. Karena ini dapat mempengaruhi pertumbuhan pohon itu sendiri.

Pemilihan bentuk pot baik itu bundar ataupun persegi tidak menjadi masalah. Selama pot tersebut memiliki lubang pada bagian bawahnya serta memiliki kaki dengan ketinggian yang cukup atau dengan kata lain alas pot tidak langsung kelantai atau tanah. Fungsinya adalah untuk mengalirkan air sisa penyiraman atau air hujan yang berlebih. Sedangkan fungsi kaki-kaki pada pot adalah memberikan jarak antara pot dan lantai, dengan ini diharapkan proses pengaliran air yang berlebih pada pot dapat dengan mudah dilakukan.

Media Tanam Dalam Tabulampot

Umumnya perakaran pada tabulampot sangat terbatas karena ruang geraknya terhalang oleh dinding pot tersebut. Untuk itu pemilihan media tanam harus dilakukan dengan tepat, sehingga pemenuhan unsur hara yang cukup bagi tanaman menjadi prioritas dalam keberhasilan metode ini. Jangan sampai tanaman buah yang anda tanam kekurangan nutrisi dan mati.

Selain itu, kegemburan media tanam, drainase serta aerasinya harus tetap diperhatikan dengan baik. Media tanam pada tabulampot umumnya merupakan campuran dari tanah, humus, pupuk kandang, sekam dan pasir. Untuk proses pembuatan media tanam yang benar pada tabulampot adalah :

  • Lapisan pertama diberi sekam padi atau bisa diganti dengan serbuk gergaji sekitar seperempat bagian pot.
  • Lapisan kedua diisi dengan pupuk kandang dengan dicampur tanah sebanyak seperempat bagian. Untuk menhindari rayap serta hama akar, pada lapisan ini juga bisa diberi insektisida furadan.
  • Lapisan terakhir atau lapisan teratas diberi media tanam dengan campuran sekam padi, kompos atau pupuk kandang dan tanah. Komposisi dari campuran media tanam tersebut dengan perbandingan 1:2:2, yang selanjutnya diisi kedalam pot sampai ketinggian leher pot.


campuran media tanam tabulampot

Penanaman Pohon Buah Kedalam Pot

Setelah pot sudah terisi dengan media tanam, selanjutnya media tanam bisa disiram sampai keadaanya menjadi lembab. Siapkan bibit tanaman buah yang akan ditanam, namun sebelumnya ukurlah ketinggian polybag atau pot pembibitan terlebih dahulu. Ukuran ini akan menentukan kedalaman lubang yang akan kita buat pada pot tanam.

Setelah lubang tanam dibuat, silahkan lepaskan plastik polybag pada pada bibit buah dengan hati-hati tanpa merusak akar maupun bibit itu sendiri. Untuk memudahkan proses pelepasan polybag, sebaiknya gunakan pisau atau guntuing yang cukup tajam untuk memotong polybag tersebut.

Setelah polybag dilepaskan dari bibit, selanjutnya adalah menanam bibit buah kedalam lubang yang telah disiapkan. Letakan bibit di tengan lubang, lalu timbun akar menggunakan media sisa galian pada pot lalu tekan sedikit untuk memadatkan media tanamnya.

Perawatan Tanaman Buah Dalam Pot

Bibit buah yang telah di pindahkan kedalam pot memerlukan perawatan yang baik. Penyiraman pada bibit dapat dilakukan secara rutin dengan jumlah air yang sesuai dengan karakter tanaman yang di tanam. Untuk melakukan penyiraman sebaiknya lakukan penyiraman menyeluruh pada tanah maupun setiap bagian tanaman. Hal ini selain membuat tanaman lebih segar, juga dapat membuang debu yang dapat menutupi pori-pori atau stomata daun.

Baca Juga : Cara tabulampot Tomat

Dengan begitu tanaman dapat melakuka proses respirasi maupun proses fotosintesis secara sempurna. Air yang digunakan untuk leakukan penyiraman pada bibit haruslah air yang jernih dan bersih. Jika anda menggunakan air PAM dengan kadar kaporit yang cukup tinggi, sebaiknya air tersebut anda endapkan terlebih dahulu. Kandungan kaporit yang terlalu tinggi dapat meracuni bibit tanaman dan beresiko bibit menjadi mati.

Pemupukan Pada Tabulampot

Pemberian pupuk dapat anda lakukan melalui akar maupun pada daun. Jenis pupuk untuk tabulampot dapat berupa popok organik maupun pupuk anorganik. Pupuk organik dapat diberikan langsung dengan ditaburkan pada tanah. Tidak ada aturan baku dalam dosis maupun jenis pupuk organik yang diberikan. Karena setiap literatur memiliki teknologi yang berbeda-beda bergantung pada jenis tanaman, besaran batang, ukuran pot, komposisi media tanam, maupun teknik dari penanaman itu sendiri.

Baca Juga : Cara membuat pupuk dari ampas kopi

Pupuk anorganik pada tabulampot bisa Urea, TSP, KCl, atau NPK, dan untuk mengaplikasikannya pupuk dapat dilarutkan dengan air bersih. Pemberian pupuk pada fase vegetatif, pupuk dengan kadnunag Nitrogen lebih banyak komposisinya dibanding Phospat dan Kalium dengan perbandingan 3:2:1. Sedangkan pada fase Generatif komposisinya adalah 1:4:3.

Teknik Perangsang Bunga

Teknik untuk merangsang terjadinya pembuangaan dapat dilakukan denga ZPT (Zat Perangsang Tumbuh). Pilihlah ZPT dengan kandungan bahan aktif Succinic Acid dan Maleic Hidrazy, dimana ZPT dari kelompok ini mampu menghambat pertumbuhan ruas dan merangsang terjadinya pembungaan.

Cara pemberian ZPT adalah dengan melarutkan bahan tersebut dengan air dengan takaran sesuai pada label. Kemudian larutan ZPT disemprotkan pada tanaman secara merata atau menyemprotkan pada bagian tanah sekitar batang tanaman.

Baca Juga : Tabulampot Semangka

Waktu pemberian ZPT adalah ketika daun tanaman sudah berwarna hijau tua serta tunas baru sudah berhenti tumbuh. Pemberian ZPT cukup dilakukan dua kali dalam satu periode bunga, pertama saat tunas sudah berhenti tumbuh dan kedua adalah 3 minggu setelah pemberian ZPT pertama.

Dengan melakukan proses dan teknik tabulampot yang benar dan tepat, diharapkan tanaman buah dapat tumbuh denga baik. Perawatan yang sesuai dapat memberikan hasil buah yang maksimal pada tabulampot anda.

Tuesday, October 3, 2017

Cara Menanam Pohon Semangka Dalam Pot - Tabulampot semangka

Budidaya pohon semangka biasanya dilakukan pada perkebunan luas. Buah semangka adalah salah satu buah yang banyak digemari karena rasanya yamg manis. Di Indonesia terdapat berbegai jenis semangka dipasaran diantaranya, semangka merah, semangka kuning, semangka tanpa biji, bahkan sampai semangka kotak.

Sejarah Pohon Semangka

Semangka merupakan jenis tanaman yang merambat yang memiliki asal dari daerah bagian selatan Afrika, Semangka memiliki nama latin citrullus lanatus. Buah dengan kulit keras dan berwarna hijau ini memiliki pohon berbatang lunak yang mampu menjalar dengan panjang hingga 4 meter. Umur pohon semangka berkisar antara 60-100 Hari ( umur panen dari mulai penanaman ). Pohon semangka berkembang biak dengan cara penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga yang selanjutnya berkembang menjadi buah.

Budiya pohon semangka biasanya dimulai pada saat musim kemarau. Hal ini dikarenakan semangka membutuhkan sinar matahari penuh, karena itu adalah waktu yang tepat untuk memperoleh hasil yang maksimal jika dibandingkan pada musim hujan. Selain itu untuk mendapat hasil yang lebih maksimal pada saat panen perlu juga diperhatikan ketinggian tempat pembudidayaan. Hal ini bisa mempengaruhi umur panen dari semangka. Semangka yang ditanam di dataran rendah cenderung memiliki waktu panen yang lebih cepat jika dibandingkan dengan pembudidayaan semangka di dataran tinggi.

manfaat buah semangka

Manfaat Buah Semangka

Buah yang kandungan air mencapai 92% ini, selain nikmat dan menyegarkan ternyata juga memiliki beragam manfaat. Berikut ini beberapa manfaat buah semangka di antaranya :

  1. Buah Semangka mampu menetralisasikan tekanan darah dalam tubuh karena memiliki kandungan air dan kalium yang cukup tinggi. untuk itu buah ini sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi atau darah tinggi.
  2. Buah Semangka membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung Vitamin C dan betakaroten yang berguna sebagai antioksidan dalam tubuh.
  3. Buah Semangka mengandung anti inflamasi, sehingga dapat membantu mencegah atau menghambat inflamasi pada tubuh.
  4. Buah Semangka membantu melancarkan pencernaan terutama pada ibu hamil yang sering mengalami masalah sembelit.
  5. Buah Semangka sangat baik untuk kesehatan mata, ini karena buah semangka mengandung cukup banyak Vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.
  6. Buah semangka untuk kulit dan rambut. Selain untuk kesehatan, buah semangka juga bermanfaat untuk kecantikan kulit dan keindahan rambut.


Budidaya Pohon Semangka Dalam Pot / Tabulampot


Walaupun budidaya semangka indentik dengan lahan pertanian yang luas, bukan berarti budidaya semangka tidak bisa dilakukan di lahan yang kecil. Bahkan budidaya semangka bisa dilakuakan pada media tanam Polybag maupun didalam pot atau yang lebih populer di sebut Tabulampot. Jika anda tertarik mencoba menanam pohon semangka pada media polybag atau tabulampot, Anda mungkin bisa mengikuti beberapa panduan berikut ini

Budidaya pohon semangka dalam pot - tabulampot semangka

  • Siapkan media tanam yang bisa dibuat dari campuran tanah gembur, pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Masukan media tanam dan diamkan selama seminggu sebelum proses pembibitan.
  • Siapkan bibit semangka yang bisa Anda peroleh dari toko Pertanian atau Anda bisa siapkan sendiri dari biji semangka yang sudah tua. Pilihlah biji dari buah semangka yang telah matang sempurna dan memiliki bentuk yang bulat lalu cuci bersih dan angin-angnkan.
  • Buat lubang pada media tanam dengan kedalaman 5-6cm dan masukan bibit semangka yang telha disiapkan kedalam lubang lalu tutup kembali lubang dengan media tanam. Siram secukupnya dan letakkan pada area yang terkena sinar matahari langsung.
    **Selama masa pembenih jangan disiram lagi, hal ini untuk menghindari pembusukan pada bibit pohon semangka. Oleh karena itu jaga juga tempat penyimpanan agar tidak terkena air hujan.
  • Biarkan sampai tunas mulai muncul sampai memiliki panjang sekitar 10cm. Setelah itu Anda bisa melakukan penyiraman pada media tanam secukupnya, sampai media tanam lembab. Hindari penyiraman yang berlebih, karena pada masa ini akar tanaman cenderung mudah membusuk dan mati.
  • Setelah berumur sekitar 2 mingguan, Anda bisa memindahkan pot ke area yang lebih terbuka. Karena pada umur ini, pohon semangka sudah lebih kuat walau terkenan hujan.
  • Pohon semangka tumbuh secara merambat, untuk itu Anda juga perlu menyiapkan tiang penyangga pada pot yang berguna sebagai media perambatan batang pohon semangka.
  • Pohon semangka termasuk tanaman yang suka air. Untuk itu penyiraman dapat dilakukan pada pagi dan juga malam hari.
  • Jangan lupa untuk menjaga area dari tanaman pengganggu pada sekitar pohon dengan mencabutinya dan perlu juga dilakukan penggemburan pada media tanam, lalu lakukan pemupukan ketika tanaman mulai berbunga.
  • Ketika putik buah mulai muncul, Anda Bisa mengurangi intensitas penyiraman menjadi hanya 2 hari sekali. Hal ini bertujuan agar buah yang dihasilkan buah yang lebih manis.
  • Ketika buah sudah mulai membesar, buatlah penahan buah dari tali untuk menahan berat buah agar tidak putus karena pohon tidak mampu menahan beratnya.
  • Ketika sudah berumur 2-3 bulan, buah semangka sudah bisa di panen. Buah yang sudah siap panen ditandai dengan tangkai buah yang sudah mulai mengkerut. Lakukan pemanenan dengan mengguntik tangkai buah dengan hati-hati sehingga tidak merusak tanaman.
Budidaya pohon semangka dengan cara tabulampot bisa menjadi salah satu alternatif dalam pamanfaatan pekarangan atau halaman rumah yang memiliki lahan yang sempit. Selain lebih sehat, tabulampot semangka juga dapat menjadi solusi bagi anda yang suka berkebun. Bagaimana, tertarik untuk mencoba tabulampot semangka ?