Tuesday, April 9, 2019

Jenis Media Tanam Adenium Agar Tumbuh Subur

Pemilihan media tanam yang tepat dapat menentukan tingkat kesuburan Adhenium. Media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan Adhenium yang ditanam. Anda bisa mengenali media tanam Adhenium yang baik dari beberapa kriteria. Salah satu media tanam yang harus dihindari adalah media tanam yang bersifat lembab. Karena media tanam yang lembab membuat Adhenium jadi rentan terserang hama dan penyakit.

media tanam adenium

Media Tanam Yang Baik Untuk Adhenium


Ada banyak media tanam yang bisa digunakan sebagai media penanaman Adhenium. Pastikan memilih salah satu media tanam berikut ini, agar Adhenium tumbuh subur.

Pasir Malang

Pasir malang adalah pasir yang berasal dari muntahan lava gunung berapi. Pasir ini memeiliki bobobt yang ringan dan mempunyai rongga yang halus. Media ini dapat menahan Adhenium dengan baik karena memiliki porous. Namaun kekurangannya adalah media ini miskin unsur hara dan cukup sulit ditemukan di Indonesia. Ini dikarenakan, tidak setiap daerah dapat menghasilkan pasir malang.

Sekam Mentah

Sekam merah juga dapat menjadi salah satu media tanam pengganti pasir malang. Sekam merah merupakan kulit padi yang telah melalui proses penggilingan. Media tanam dari sekam merah memiliki tingkat porositas yang sangat baik. Media tanam ini juga memiliki peran penting dalam memperbaiki struktur tanah sehingga sitem aerasi dan drainase media tanam menjadi semakin bagus.

Pupuk Kandang

Anda juga bisa memanfaatkan kotoran ternak sebagai media tanam Adhenium. Ini dikarenakan kotoran hewan atau pupuk kandang juga bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah. Jenis media tanam ini memiliki zat hara yang baik bagi tingkat kesuburan tanah dan tanaman. Pupuk kandang yang berasal dari hewan ternak seperti kotoran sapi memiliki kandungan seperti Nitrogen, dan mineral logam seperti Kalium, Magnesium dan Kalsium. Sedangkan pupuk kandang dari kotoran ayam memiliki kandungan fosfor yang lebih tinggi.

Pasir Bangunan

Belum banyak yang tahu jika pasir bangunan juga biosa menjadi media tanam yang baik bagi Adhenium. Namun pasir bangunan yang dipakai adalah pasir yang meiliki butiran yang kasar. Namun sebaiknya pasir yang akan digunakan sudah melalui proses pencucian guna mengurangi unsur tanah yang mungkin terkandung. Tujuannya adalah agar media tanam tidak mengikat air dalam waktu yang terlalu lama. Pasir bangunan yang digunakan tanpa proses pencucian akan mengalami kepadatan dan ini tidak baik bagi Adhenium.

Thursday, January 3, 2019

Cara Agar Adenium Memiliki Banyak Cabang

Bagi para pecinta Adenium, tentu sudah tidak asing dengan Adenium yang memiliki banyak cabang. Tidak dipungkiri, semakin banyak cabang Adenium maka akan semakin indah dipandang. Namun untuk memperbanyak cabang Adenium membutuhkan trik khusus agar cabang yang tumbuh memiliki bentuk yang indah. Meski secara alami Adenium bisa memiliki cabang yang banyak, tapi jika tidak melaui perawatan yang tepat maka cabang yang dihasilkan pun tidak maksimal.

cara agar adenium bercabang banyak

Cara Memperbanyak Cabang Adenium Dengan Pemangkasan

Pada pembahasan ini akan dibahas cara memperbanyak percabangan Adenium dengan teknik pemangkasan. Karena cara ini termasuk cara paling efektif dalam mensiasati pertumbuhan cabang Adhenium. Untuk mengetahui caranya, anda dapat mengikuti 5 langkah berikut ini:

1. Waktu Pemangkasan Adhenium

Pemotongan sebaiknya dilakukan pada musim panas sehingga mendapat cukup sinar matahari.
Pemotongan pilih pada musim yang tepat. Pilihlah waktu dimana Adenium sedang tumbuh maksimal, hal ini ditandai dengan warna daun pada pucuk terlihat lebih muda dari daun di bawahnya. Jangan lakukan pemangkasan disaat warna daun hijau tua semua.

2. Pemilihan Titik Pangkas Adenium

Untuk melakukan pemangkasan pada Adenium tidak bisa dilakukan sembarangan, perhatikan titik tunas pada pohon. Titik tunas pada Adenium biasanya muncul pada bekas daun yang sudah gugur. Pemotongan dapat dilakukan pada bagian atas titik tunas. Jumlah cabang yang muncul biasanya mengikuti titik tunas yang tumbuh, usahakan jarak titik tunas dekat dengan titik potong. Jika terlalu jauh biasanya tunas yang tumbuh tidak maksimal, misalnya titik tunas yang muncul ada 3 sedangkan yang tumbuh hanya 2 saja.

3. Buat Goresan Pada Batang

Tujuan membuat gorsan pada batang adalah untuk memaksa Adenium tumbuh bercabang. Caranya dengan membuat belahan pada batang mengikuti jumlah tunas yang muncul, jika ada 3 tunas maka batang juga di belah 3. Sebaiknya hanya melakukan pembelahan tidak lebih dari 3, dan pastikan setiap belahan batang memiliki titik tunas.

4. Oleskan Fungisida

Bagian batang yang terbuka akibat bekas potongan sangat rentan diserang jamur dan parasit. Jika tidak di antisipasi, bekas potongan ini dapat membusuk dan Adenium bisa menjadi mati. untuk itu perlu dilakukan pencegahan dengan cara mengoleskan fungisida pada bagian batang bekas potongan.

Trik sederhana diatas cukup ampuh untuk anda yang ingin membuat bonsai Adenium dengan memiliki banyak cabang. Meski simple, namun tetap harus dilakukan dengan telaten agar hasilnya maksimal. Jangan lupa juga untuk lakukan perawatan rutin untuk menjaga Adenium tetap sehat.

Wednesday, January 2, 2019

Kiat Sukses Memulai Beternak Ikan Sidat Air Tawar

Ikan Sidat memiliki bentuk seperti belut, namun hidupnya di air bukan dalam lumpur. Dari bentuk fisik pun sedikit berbeda dari belut karena memiliki sirip didekat kepalanya. Dari segi bisnis ikan sidat, pelungnya cukup menjanjikan karena selain permintaan yang cukup tinggi, harga ikan sidat pun cukup bersaing. Bahka saat ini pemasaran ikan sidat telah di eksport ke Jepang.

Ikan Sidat merupakan salah satu ikan yang sangat populer di negara Jepang, mereka menyebutnya unagi. Sidat atau unagi biasanya disajikan dengan nasi hangat dan masyarakat jepang sangat menyukai rasa ikan ini. Namun permasalahannya sidat merupakan ikan yang langka di jepang, negara tersebut hanya mampu memproduksi 30 persen dari total kebutuhan masyarakatnya. Oleh karena itu jepang mengimport ikan sidat dari indonesia.


Cara Ternak Ikan  Sidat Air Tawar


Melihat fakta diatas, tentu ini mejadi peluang besar bagi para peternak ikan sidat maupun bagi anda yang berencana beternak sidat. Untuk memulai budidaya ikan sidat tidak harus dengan modal besar, anda bisa memulainya dengan skala rumahan dengan media aquarium, drum hingga kolam terpal. Berikut adalah beberapa panduan sederhana yang dapat menjadi masukan bagi anada sebelum memulai beternak sidat, terutama dengan media air tawar.

Persiapan media ternak sidat

untuk budidaya ikan sidat skala rumahan, tak perlu menyiapkan lahan luas untuk memulainya. Beberapa alternatif media ternak ikan sidat air tawar diantaranya adalah:

Aqurium
Jika anda memiliki lahan yang sangat terbatas, mungkin aquarium menjadi salah satu solusi paling tepat. Dengan beternak dalam aquarium, anda tidak perlu menyiapkan lahan yang besar. Namun tentu saja hasil yang didapat dengan beternak ikan sidat di aquarium juga tidak maksimal. Keterbatasan tempat tentu juga akan berpengaruh dalam jumlah padat tebar hingga jumlah panen nantinya.

Budidaya sidat dalam aquarium lebih cocok untuk anda yang baru mencoba dan belajar memelihara ikan sidat. Namun jika anda ingin beternak untuk tujuan bisnis, media ini tidak direkomendasikan. Anda bisa mencoba budidaya ikan sidat dengan media drum ataupun dengan media kolam terpal.

Kolam Terpal
Media kolam dengan bahan terpal menjadi salah satu alternatif terbaik untuk budidaya ikan kunsumsi termasuk beternak ikan sidat. Kolam terpal dapat menjadi solusi hemat dibandingkan harus membuat kolam tanah ataupun kolam beton. Selain itu kolam terpal juga memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi dan mudah dalam perawatannya.

Dalam proses perawatan harian kolam terpal anda dapat lakukan pembersihan berkala dengan melakukan penyifon pada kolam terpal. Dan ketika kolam sudah usang dan mulai rusak anda hanya perlu mengganti terpalnya saja. Kolam terpal cocok digunakan pada peternak skala kecil hingga besar.

Drum
Budidaya sidat dalam drum juga merupakan solusi ekonomis dalam memulai beternak sidat skala kecil. Untuk lebih lanjut dalam budidaya ikan sidat media drum ini sudah saya bahas pada artikel sebelumnya di Cara Mudah Beternak Belut Dengan Media Drum

Proses Pemijahan Ikan Sidat

Untuk mengawali proses perkawinan induk ikan sidat harus dilakukan pemilihan indukan yang sehat dan tanpa cacat. Sebelum bertelur, indukan yg telah melewati proses penyortiran harus melalui proses puasa selama sebulan penuh baru kemudian mampu dilepaskan pada kolam untuk dilakukan pemijahan. Sebaiknya tiap pasang indukan dilepaskan di kolam terpisah selama proses bertelur ini. Perlu disiapkan kolam khusus menggunakan alas batu kerikil & bukannya ijuk.

lebih lanjutnya anda bisa membaca artikel Tahapan Pemijahan Ikan Sidat yang Tepat


Pakan Ikan Sidat

Seperti pada budidaya ikan konsumsi lainnya, pakan sidatjuga terbagi 2 jenis yaitu pakan alami dan juga pakan buatan. Ikan sidat membutuhkan zat gizi berupa protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, vitamin dan mineral. Kadar protein pakan optimal adalah 45% untuk ikan sidat besar dan sekitar 50% untuk ikan sidat kecil (finggerling).

Pakan alami sidat diantaranya :

  • anak ikan lele
  • gastropoda atau keong
  • serangga seperti jangkrik
  • cacing
  • udang


Pakan buatan diantaranya :

  • pelet
  • pasta


Peluang Bisnis

Ikan sidat merupakan jenis ikan berlendir yang menyerupai ular. Bentuknya memanjang seprti ular dan belut dengan panjang bisa mencapai 6 meter. Ikan sidat memiliki kandungan gizi yang tinggi dengan rasa daging yang lezat sehingga banyak disajikan di berbagai restoran khususnya restoran jepang. Makanan olahan dari ikan sidat biasanya disebut unagi. Makanan olahan ini memiliki harga yang fantastis bisa mencapai RP. 400.000 / porsi.

Analisa Bisnis Rumahan Budidaya ikan sidat
Modal Tetap
Kolam terpal sebanyak 5 buah @200ribu. = Rp. 1.000.000
Selang 30 M                                             = Rp. 75.000,-
Alat pemompa aliran air ( Aerator ) 5 buah= Rp. 500.000

Biaya Operasional
Bibit 160 ekor                                          = Rp. 2.000.000
Pakan                                                      = Rp. 600.000
Obat - obatan                                          = Rp. 200.000

Total                                                        = 2.800.000,-

III. Pendapatan : 160 ekor 0,9 (SR 90%) @Rp. 60.000/ekor         : Rp. 8.640.000
Keuntungan penen pertama : Rp 8.640.000 - 500.000 - 2.800.000 : Rp 5.340.000,-
keuntungan setelah panen pertama ( biaya modal tetap tidak dihitung)
Rp. 8.640.000 - 2.800.000 = 5.760.000,-

Monday, September 10, 2018

Tahapan Pemijahan Ikan Sidat yang Tepat

Melakukan budidaya pada ikan sidat mampu dilakukan secara intensif dan budidaya ini telah relatif terkenal di berbagai Negara di belahan dunia misalnya Negara-negara di benua eropa dan juga di Asia. Untuk mampu melakukan teknik budidaya dengan baik, perawatan induk perlu dilakukan.

Indukan ikan sidat ini wajib  dirawat pada sebuah tempat yang terbuka. Proses pemijahan akan lebih gampang dilakukan bila ikan sidat ini berada pada tempat yang terbuka. Induk ikan sidat ini harus dibudidayakan di kolam yang baik supaya nantinya ikan sidat ini bisa melakukan perkembangbiakan secara maximal.

Langkah pemijahan ikan sidat ini pada dilakukan pada jaring apung yang memiliki empat kolam menggunakan berukuran 7x7 meter, lalu sediakan pula jaring yang memiliki berukuran 7x7x2,5 meter menggunakan mata jaring yang berukuran 2,5 inchi. Supaya ikan ini tidak sampai lolos dari jaring, maka berikan penutup dari hapa di sekeliling tepian kolam menggunakan lebar 60 cm.

Pastikan kolam pemijahan yang anda siapkan harus bersih, apabila kolam ini terlihat kotor karena adanya bekas makan atau kotoran yang tercampur dalam air, segeralah bersihkan kolam tersebut dan mengganti airnya menggunakan yang baru.

cara pemijahan ikan sidat

Proses Pembenihan Ikan Sidat

Untuk mengawali proses perkawinan induk ikan sidat harus dilakukan pemilihan indukan yang sehat dan tanpa cacat. Sebelum bertelur, indukan yg telah melewati proses penyortiran harus melalui proses puasa selama sebulan penuh baru kemudian mampu dilepaskan pada kolam untuk dilakukan pemijahan. Sebaiknya tiap pasang indukan dilepaskan di kolam terpisah selama proses bertelur ini. Perlu disiapkan kolam khusus menggunakan alas batu kerikil & bukannya ijuk.

Perlu diperhatikan bahwa di daerah asal aslinya, ikan sidat dewasa bertelur di laut bukannya di perairan air tawar. Sehingga hal ini membuat langkah pemijahan ikan sidat pada kolam akan sedikit rumit. Paling tidak, Anda harus sanggup menyediakan kolam pemijahan yang menyerupai habitat aslinya. Selain itu wajib  diperhatikan sifat alami ikan sidat adalah ikan predator. Telur-telur pada kolam pemijahan wajib  dipastikan terpisah dan tidak diganggu oleh ikan sidat dewasa hingga menetas dan benih ikan sidat ini bisa dilepas di kolam perawatan.

Proses Pembesaran Benih Ikan Sidat

Proses penetasan ikan sidat yang berkualitas bisa dilakukan jika anda memilih indukan unggul ikan sidat yang bagus. Benih ikan sidat atau yang biasa dikenal dengan Anguila Bicolor memiliki berat 15 sampai 20 gram dan memiliki ekor dengan panjang 20 sampai 30 cm. Memperoleh benih ini juga tidak terlalu sulit karena bisa digunakan ikan sidat hasil tangkapan para nelayan umum.

Dengan menyiapkan kolam penetasan dan pemeliharaan yang tepat, ikan sidat ini akan bisa melakukan panen secara bertahap pada saat mencapai pemeliharaan 4 bulan. Setiap ikan yang anda panen bisa memiliki ukuran kakaban 180 sampai dengan 200 gram.

Cara Mudah Beternak Belut Dengan Media Drum

Indonesia terkenal akan kekayaan alam baik flora maupun faunanya. Maka tak heran jika sebagian besar masyarakat adalah petani dan peternak. Jika kita berbicara tentang peternakan, banyak ragam peternakan yang ada, misalnya saja peternakan sapi, kambing, dan ikan. Banyak orang memilih membudidayakan ikan/hewan air karena lebih mudah dan cukup menguntungkan, salah satunya membudidayakan belut.

Belut bisa diolah menjadi aneka hidangan yang cukup banyak digemari. Itu sebabnya permintaan pasar akan belut terus meningkat dari tahun ke tahun. Permintaan bahkan belum sesuai dengan ketersediaan belut dari beberapa peternakan.

Apa yang bisa anda dapatkan dari informasi diatas? Peluang anda untuk mengembangkan belut masih terbuka dan tentu lebih menguntungkan karena saingan anda hanya sedikit. Mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui bahwa banyak orang kini mempunyai cara ternak belut yang sangat unik yaitu degan menggunakan drum. Sebenarnya cara budidaya ini sudah dilakukan sejak dulu dan hasilnya juga sangat memuaskan. Anda pasti banyak yang penasaran untuk mengetahui bagaimana teknik budidaya belut dengan menggunakan drum. Dalam artikel ini, anda akan bisa melihat dan belajar beberapa teknik mengembangkan belut dengan drum.

budidaya belut dalam drum

Beternak Belut dalam Drum

Teknik beternak belut dalam drum ini banyak dipilih karena sangat menguntungkan. Anda bisa menghemat uang anda karena anda bisa menemukan drum dengan mudah dan harganya relatif lebih murah dibandingkan jika kita membuat kolam semen ataupun kolam terpal untuk beternak belut. Cara beternak belut sebenarnya tidak terlalu sulit, baik itu menggunakan media drum maupun anda yang menggunakan kolam. Anda hanya harus membaca beberapa tips berikut agar anda semakin bisa mengelola peternakan belut anda dengan baik.

Sebenarnya teknik yang digunakan antara memelihara belut di drum dan di kolam adalah sama. Yang berbeda adalah media tempat hidupnya saja. Yang harus anda mengetahui bahwa belut akan mudah untuk berkembang jika tempatnya cocok. Oleh karena itu tempat untuk mengembangkan belut haruslah menjadi prioritas yang pertama dan utama. Ada banyak jenis tong/drum yang bisa kita temukan dan media yang digunakan haruslah yang baik seperti lumpur kering, pupuk TSP, jerami padi, kompos, dan mikroorganisme. Lalu bagaimana cara mengatur kolam drum anda tersebut?

Cara Atur Media dalam Kolam Drum

Ada banyak ragam jenis belut salah satu yang paling digemari oleh banyak orang adalah belut parung. Belut ini mendapatkan permintaan yang jumlahnya sangat besar dari pasaran. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak orang kemudian mencoba mengembangkan belut ini dibandingkan jenis belut yang lain. Bagaimana cara memelihara dan mengatur drum untuk tempat tinggal dan berkembang biak belut tersebut. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

  • Pertama, anda harus melapisi bagian bawah kolam dengan jerami setebal 50cm saja.
  • Kedua, setelah jerami anda sebaiknya menyiramkan 1 liter mikroorganisme stater.
  • Ketiga, anda bisa melanjutkan dengan kompos setinggi 5 cm.
  • Keempat, bagian paling atas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang bisa dicampur dengan pupuk TSP kurang lebih 5 kg.

Pakan Belut dalam Drum

Keberhasilan budidaya belut tentunya diukur dari tingkat ketahan hidup belut saat panen. Jumlah belut dapat berkurang akibat kematian yang disebabkan banyak faktor. Salah satunya adalah karena tindak kanibalisme belut akibat pakan yang kurang, untuk itu pakan juga harus diperhatikan. Jika pakan tersedia dalam jumlah cukup maka belut tidak akan memakan satu sama lain.

Pakan untuk belut yang baik adalah ikan segar seperti ikan cetol, ikan impun, cacing tanah, bekicot, bibit ikan mas dan belatung. Anda sebaiknya memberi makan minimal sehari satu kali pada sore hari. Anda juga bisa menambah nafsu makan belut dengan menambahkan temulawak dan air. Masukkan ramuan tersebut di kolam pembesaran atau di tempat persembunyian belut.

Banyak pelet ikan yang dijual dan dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan belut. Anda bisa menggunakan pelet sebagai makanan selingan agar belut tidak bosan dengan makanan itu-itu saja. Pelet diberikan 3 kali seminggu dan dosisnya harus diatur. Anda bisa langsung menaburkan di area drum. Perbandingan antara pelet dan bibit adalah 5%. Jadi jika anda punya bibit belut 40kg maka pelet yang anda gunakan adalah 2 kg saja. Anda harus tahu bagaimana mengembangkan benih belut secara baik dan benar.

Saturday, July 28, 2018

Perbedaan Herbisida Sistemik dengan Herbisida Kontak

Klasifikasi herbisida berdasarkan cara kerja translokasi didalam tubuh tumbuhan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu herbisida kontan dan herbisida sistemik. Pada kesempatan kali ini, sedikit akan dibahas tentang perbedaan cara kerja dari kedua herbisida tersebut. Dengan mengetahui cara kerjanya kita jadi lebih memahami efek yang ditimbulkan pada tanaman saat kita memberikan herbisida tersebut.

Jenis dan Klasifikasi Herbisida Berdasarkan Cara Kerjanya

Herbisida Kontak

Herbisida kontak adalah herbisida yang mengendalikan gulma, dengan cara membunuh pada bagian gulma yang terkena herbisida ini secara langsung. Herbisida kontak sangat cocok bagi anda yang menginginkan gulma cepat layu dan mati. Cara kerjanya yaitu dengan mematikan jaringan-jaringan yang mengalami kontak langsung dengan herbisida ini, terutama pada bagian yang hijau.

herbisida kontak dan herbisida sistemik


Jenis gulma dengan perakaran yang tidak luas sangat cocok dibasmi dengan herbisida kontak. Bahan aktif yang terkandung dalam herbisida ini tidak dapat di translokasikan kebagian tubuh gulma lainnya. Agar bahan aktif tersebut dapat menyebar secara merata pada bagian gulma, diperlukan pelarut berupa air dengan dosis yang lebih besar dari herbisida sistemik.

Salah satu kelemahan menggunakan jenis herbisida kontak adalah gulma dapat dengan cepat datang kembali. Ini dikarenakan bagian gulma yang mati hanya pada bagian yang terkena semprotan saja. Sedangkan bagian bawah seperti akar tidak terpengaruh oleh efek herbisida ini. Tentu saja hal ini membuat herbisida dapat dengan mudah tumbuh kebali.

Herbisida Sistemik 

Herbisida sistemik adalah herbisida yang bekerja dengan cara masuk kedalam jaringan dan menyebar menuju seluruh bagian tubuh gulma. Efek yang ditimbulkan oleh herbisida ini biasanya akan cepat terlihat pada bagian daun yang berwarna hijau. Biasanya dalam 2-3 jam setelah penyemprotan, gulma akan terlihat layu dan mati dalam waktu 3 hari. Namun efek ini hanya semetara, gulma akan muncul kembali biasanya antara 2-3 minggu kemudian.

Dampak herbisida sistemik terhadap gulma memang lebih bertahan lama dibanding dengan herbisida kontak. Herbisida ini akan masuk kedalam jaringan tubuh dan mentranslokasikan bahan aktif keseluruh bagian gulma. Baian utama yang diserang adalah bagian yang aktif berfotosintesis seperti daun, pucuk dan tunas. Selain itu bahan aktifnya juga akan melumpuhkan akar gulma sehingga gulma akan mulai layu dan mati.

Yang menjadi kelebihan dari herbisida sistemik adalah proses munculnya kembali gulma yang relatif lebih lama. Selain itu, penggunaan herbisida sistemik dapat menghemat waktu, tenaga dan juga biaya. Untuk penggunaannya cukup diberi sedikit air sebagai pelarut agar tidak terlalu kental saat dilakukan penyemprotan.

Beberapa hala yang perlu diperhatikan sebelum pemberian jenis pestisida ini adalah faktor cuaca. Pastikan penyemprotan dilakukan pada saat cuaca cerah dan kemungkinan terjadi hujan sangat kecil. Selain itu area yang akan disemprot mesti dalam keadaan kering dan gunakan air bersih sebagai pelarutnya.

Beberapa contoh herbisida yang cukup mudah ditemukan dipasaran adalah Round up, Sulfosat, Glifosat, Polaris dall. Penggunaan herbisida sistemik juga dapat dicampur dengan 2,4D amina maupun dengan herbisida metsulfuron.

Panduan Praktis Tumpangsari Bawang Merah dan Cabai

Bawang merah dan Cabai merupakan 2 jenis tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. Ini dikarenakan kedua bahan masakan ini begitu banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tak heran jika dalam momen-momen tertentu seperti hari raya kedua tanaman ini mengalami kenaikan harga. Namun terkadang para petani sering mengeluhkan lesunya hasil panen dari bawang merah, peurunan hasil panen ini tentu saja dipengaruhi banyak faktor.

Melihat permasalahan ini, munculah ide dalam menggabungkan 2 jenis tanaman dalam satu lahan atau populer disebut tumpangsari. Idenya adalah dengan menanam tanaman cabai pada sela-sela tanaman bawang merah atau sebaliknya. Terbukti kedua tanaman ini bisa dibudidayakan secara bersama dalam 1 lahan. Untuk anda yang ingin mencobanya, mungkin beberapa panduan dasar dibawah ini bisa menambah pengetahuan sebelum memulai tumpang sari bawang merah dan cabai.

tumpang sari cabai dan bawang merah

Tumpangsari Cabai dan Bawang Merah

Tumpangsari cabai dan bawang merah tidaklah terlalu sulit untuk dilakukan. Proses budidaya kedua bahan pangan ini pun terbilang sama dengan proses pembudidayaan jenis tanaman lain pada umumnya. Untuk lebih jelas tentang proses budidaya mulai dari pengolahan lahan hingga panen, dapat anda simak pada pembahasan ini.

Pengolahan Lahan

Seperti pada tumpangsari tanaman jagung, pengolahan lahan juga dilakukan dengan cara membersihkan tanah dari rumput dan gulma. Selanjutnya tanah digemburkan dan dibuat bedengan selebar 1,2 meter dengan jarak antar bedngan sekitar 25 cm. Setelah itu diberikan pupuk dasar seperti kompos atau pun TSP/SP-36 dengan dosis menyesuaikan besaran lahan. Untuk pemberian pupuk dasar ini dapat dilakukan 3 hari sebelum masa tanam.

Pembibitan

Bibit bawang merah

Pemilihan bibit yang tepat tentu akan menghasilkan panen yang maksimal. Salah satu bibit yang berkualitas serta tahan hama adalah dari varietas Ampenan. Jangan memilih bibit secara sembarangan, jika tidak ingin mendapat hasil yang tidak sesuai harapan. Bibit dapat diperoleh dari toko pertanian.

Bibit Cabai

Untuk medapatkan bibit cabai dapat dibeli langsung pada toko pertanian atau dengan membuat sendiri dari panen sebelumnya. Untuk proses pembuatan bibit dapat dilakukan dengan cara membelah cabai secara membujur, lalu mengeluarkan biji nya dan dijemur hingga kering. Varietas cabai yang baik untuk dijadikan bibit adalah varietas Hibrida.

Proses Penanaman

Waktu Penanaman

Untuk waktu yang tepat melakukan penanaman tumpangsari cabai dan bawang merah adalah di penghujung musim hujan. Ini dikarenakan kedua jenis tanaman ini rangat rentan jika terendam air hujan, terutama bawang merah. Selain itu juga guna memastikan tanaman mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup.

Jarak Tanam

Untuk penanaman tumpangsari cabai dan bawang merah, tanaman pertama yang harus ditanam adalah cabai. Cara penanamannya adalah dengan membuat lubang pada bedengan dengan jarak 60 x 50 cm. Setelah itu disiram dengan menggunakan air yang terdapat pada parit diantara bedengan, lalu dilakukan penyemprotan pestisida guna mencegah serangan hama.
Setelah 3 hari, selanjutnya dilakukan penanaman bawang merah dengan jarak tanam 20 x 10 cm. Pastikan ketika menaman benih bawang, bagian pangkalnya berada diposisi bawah. Penanaman dilakukan dengan mengubur 2/3 bagian benih.

Perawatan Tanaman

Untuk melakukan perawatan dam pemeliharaan pada sitem tumpang sari cabai dan bawang merah, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Pemupikan tanaman

Pemupukan dapat dilakukan sebanyak 3kali dalam satu periode penanaman. Pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk kandang maupun pupuk buatan dengan dosis mengikuti petunjuk pada kemasan. Pemupukan dilakukan bertahap selam 3 kali, yaitu pemupukan dasar saat pengolahan tanah, serta pemupukan susulan pada usia 20 hari dan terakhir pada saat berumur 40 hari.

Penyiangan dan Pengairan

Penyiangan juga perlu dilakuakn guna memastikan tidak ada tumbuhan pengganggu pada sekitar tanaman. Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut gulma pengganggu atau pun dengan cangkul secara hati-hati. penyiangan dapat dilakukan dua kali pada saat umut 10-15 hari dan pada saat sebelum melakukan pemupukan susulan yaitu umur 30-35 hari.
Penyiraman dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Kedua jenis tanaman tersebut menyukai air yang banyak. Meski begitu, tanaman tersebut tidak tahan dengan air tergenang. Jadi pengairan dilakukan jangan sampai membuat genangan pada lahan.

Pengedalian Hama dan Penyakit

Pada budidaya dengan sistem tumpangsari, penggunaan pestisida hanya dilakukan jika tanaman terserang hama. Beberapa jebis hama yang kerap menyerang tanaman bawang merah adalah Ulat dan Lekor. Sedangkan pada tanaman cabai, hama yang biasa menyerang adalah Ulat daun, Ulat grayuh dan ulat tanah. Untuk penyakit yang sering muncul seperti Antraknosa, Fusarium, Pitium, Bercak daun dan Keriting daun.

Proses Panen

Panen cabai dapat dilakuak setiap 3 hari sekali, dengan cara memetik buah yang sudah mulai merah. Namun pada awal masa panen sampai panen kelima, biasanya buah yang dihasilkan belum begitu banyak. Tanaman cabai biasanya berbuah maksimal ketika panen keenam hingga kedelapan, selanjutnya produksi akan semakin menurun kembali. Dalam sekali penanaman, cabai dapat dipetik atau dipanen sebanyak 15 kali.

Setelah panen ke-15, tanaman cabai akan memasuki fase trubus yaitu waktu tananam berbunga  dan mulai berbuah kembali. Masa trubus biasanya terjadi selama 30 hari, dan panen buah setelah masa trubus ini dilakukan sebelum buah berwarna merah. Ini dikarenakan setelah masa trubus, tanaman cabai lebih rentan terserang hama dan penyakit sehingga pemanenan dilakukan lebih awal.

Buah yang terjadi setelah masa trubus ini adalah buah terakhir. Artinya setelah buah itu habis, maka tanaman cabai tidak akan berproduksi lagi. Solusinya adalah dengan menggantikan tanaman yang sudah tidak produktif denan tanaman yang baru. Masa produksi tanaman cabai adalah selama 6 bulan.