Friday, July 27, 2018

Cara Budidaya Jagung Tumpangsari Dengan Tanaman Lain

Tumpangsari adalah sebuah invoasi pertanian dengan memanfaatkan keterbatasan lahan untuk menanam beberapa jenis tanaman sekaligus. Prinsipnya adalah dengan menanam tanaman lain pada sela-sela tanaman utama, sehingga tidak ada lahan yang dibiarkan kosong. Salah satu tanaman yang cukup populer dijadikan tanaman tumpang sari adalah tanaman jagung. Ada beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai tanaman tumpangsari pada lahan jagung, beberapa diantaranya akan dibahas pada artikel ini.

Sebelum pembahasan lebih lanjut tentang tumpang sari jagung, ada baiknya kita mengetahui dulu proses budidaya tanaman palawija ini untuk tumpang sari. Ada beberapa beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum memutuskan menanam tanaman lain pada lahan budidaya jagung anda.

budidaya jagung sistem tumpangsari

Proses Budidaya Tanaman Jagung Tumpang sari

Jagung merupakan tanaman yang masuk dalam jenis palawija, meski banyak juga yang membudidayakan jagung sebagai tanaman utama mereka. Jagung memiliki akar serabut dengan 3 tipe akar, yaitu akar seminimal, akar, adventif dan akar udara.

Akar seminimal adalah akar yang tumbuh dari radikula dan embrio jagung. Sementara Akar adventif atau biasa disebut akar tunjang adalah akar yang tumbuh dari buku paling bawah, berada sekitar 4 cm dibawah permukaan tanah. Sedangkan akar udara adalah akar yang berada diluar tanah, biasanya tumbuh pada buku kedua (atau lebih) buku tang berada dipermukaan tanah. Untuk proses pembudidayaan jagung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Pemilihan bibit

Untuk memilih bibit yang baik anda dapat melihat standar mutu pada benih tersebut yang biasanya tertera pada kemasan (jika anda membeli di toko). Selain itu anda dapat melihat warna benih, campuran fisik dan perkecambahan benih tersebut. Secara umum, benih jagung dengan mutu yang baik ditandai dengan beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki daya tumbuh lebih dari 90%
  • Tidak tercampur dengan benih dari varietas lain
  • Tidak mengandung kotoran
  • Terbebas dari hama dan penyakit
  • Sehat dan bernas
  • Tampilan mengkilap dan tidak keriput

Untuk memastikan mutu benih yang berkualitas dan memiliki ciri seperti diatas adalah benih bersertifikat. Benih bersertifikat adalah benih yang terjamin dari satu varietas yang jelas, sistem produksi benih dengan pengawasan, serta sudah memenuhi standar sertifikasi benih baik dilapangan maupun laboratorium. Benih jagung bersertifikat bisa anda dapatkan di beberapa pada toko pertanian.

Penyiapan Benih Sebelum Ditanam

Sebelum membeli benih jagung dipasaran ataupun memproduksi benih sendiri, pastikan benih tersebut sesuai dengan kondisi lahan serta iklim tempat penanaman berlangsung. Untuk satu hektar lahan biasanya dibutuhkan sekitar 15-25 Kg benih. Sebelum melakukan penanaman benih, sebaiknya benih dicampur dengan fungisida seperti Benlate dan Ridomil agar terhindar akan serangan jamur.

Dan untuk menangkal serangan dari dari hama penggangu seperti lalat bibit atau ulat agrotis, bibit dapat ditanam bersama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3G. Dosis penggunaan fungisida maupun insektisida, dapat mengikuti petunjuk yang terdapat pada kemasan.

Penyimpanan Benih Jagung

Terkadang kita memproduksi benih atau membeli bibit melebihi dari yang kita butuhkan. Pada saat penanaman ternyata lahan yang kita miliki tidak dapat menampung semua benih yang kita punya. Maka pilihannya adalah dengan menyimpan benih tersebut untuk periode penanaman berikutnya. Proses penyimpanan benih tidak dapat dilakukan sebararangan guna menjaga mutu benih agar tidak menurun saat ditanam selanjutnya.

Proses penyimpanan benih yang baik tidaklah terlalu sulit dibandingkan penyimpanan benih tanaman lain. Faktor terpenting dalam penyimpanan benih jagung adalah benih harus dalam kondisi kering dengan kadar air tidak lebih dari 14%. Untuk suhu ruangan yang diperlukan adalah sekitar 40 derajat Celcius, dengan kondisi tersebut benih jagung dapat bertahan selama 2-3 tahun dengan penuruan mutu yang sangat minimal.

Pengolahan Media Tanam

Pengolahan media tanam atau tanah bertujuan untuk kondisi media tanam dalam keadaan baik, selain itu juga untuk mempersiapkan tingkat kegemburan tanah untuk perkembangan akar jagung. Untuk pengolahan media tanam, umumnya dilakukan dengan cara membersihkan tanah dan membuat lubang tanam sedalam 5-8 cm. Namun untuk menghemat biaya produksi dan waktu penanaman, beberpa petani juga melakukan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT).

Jarak Tanam

Mengatur jarak tanam menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya jagung. Semakin optimal kita dalam menentukan jarak tanam, maka hasil yang didapat pun akan semakin maksimal. Banyak petani yang memanfaatkan jarak tanam antar tumbuhan jagung dengan menanam tanaman lain atau istilahnya tumpangsari. Tanaman yang cukup populer dijadikan tumpangsari jagung adalah singkong dan padi.
Salah satu alasan sistem tumpangsari adalah, apabila salah satu jenis tanam mengalami gagal panen maka akan terganti dengan tanaman lain. jarak tanam yang biasa dilakukan pada sistem tumpang sari adalah 100 x 100 dan 100 x 150, bergantung pada komoditi komoditi tanaman yang ditumpangsari kan.
tumpangsari jagung

Cana menanam jagung adalah dengan cara membuat lubang dengan kedalam 5-10cm, bergantung pada kelmbaban tanah. Dalam setiap lubang diberi 2-3 butir benih jika lokasi lahan berupa tanah yang kering. Tumpangsari jagung dan padi gogo dapat ditanam secara bersamaan, dan ketika jagung berumur 1 bulan dapat ditanam dengan singkong.

Pemeliharaan Jangung Tupangsari

Ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk pemeliharaan tanaman jagung tumpang sari, diantaranya :

1. Penyulaman

Penyulaman adalah proses mengganti tanaman jagung yang mati atau layu dengan tanaman yang baru. Penyulaman bertujuan untuk menjaga populasi batang tanaman agar tetap dalam jumlah yang diinginkan. Namun penyulaman hanya dapat dilakukan pada tanaman yang berumur kurang dari 2 minggu.

2. Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan cara embuang atau membersihkan gulma yang tumbuh pada sekitaran batang tanaman. Pembersihan gulma ini untuuk memastikan agar pertumbuhan tanaman tumpang sari tidak terganggu karena nutrisi yang dicuri oleh gulma. Perlu diketahui bahwa akar jagung tumbuh secara dangkal didalam tanah, untuk itu pada saat proses penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar.

3. Pemupukan

Dalam pertumbuhannya, tanaman jagung memerlukan unsur hara yang cukup agar pertumbuhannya tidak terganggu. Pemupukan mesti dilakukan dengan tepat, baik dari jenis pupuk maupun dosis yang diberikan. Dampak pemupukan yang tepat dapat memberi hasil yang positif seperti :
  • Mempertahankan keseimbangan unsur hara dalam tanah.
  • Meningkatkan daya ikat tanah dan air, sehingga tanaman lebih subur.
  • Meningkatkan produksi tanaman dari segi kualitas maupun kuantitas.

Pupuk untuk jagung dapat diberikan berupa pupuk kandang maupun pupuk anorganik seperti Urea, SP-36, KCl dan Fhoska. Pemberian pupuk dilakukan 2 kali, yaitu pada saat umur 10 hari dan pemupukan selanjutnya dilakukan pada saat usia jagung 40 hari.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dapat dikatakan sudah dilakukan mulai dari pembibitan jagung. Hal ini untuk memastikan tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik den memberikan hasil yang maksimal. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), sedangkan penggunaan pestisida dapat dilakukan jika dibutuhkan.

Selain penggunaan varieatas bibit yang tahan hama serta sanitasi lingkungan, pengeluaran biaya untuk pembelian pestisida dapat ditekan. Pertanian dengan prinsip Pengendalian hama Terpadu (PHT) dapat menjaga lingkungan serta menghemat biaya produksi tanpa mengurangi hasil panen.

Masa Panen

Kedua proses ini juga tak kalah penting adalan budidaya jagung dengan sistem tumpangsari. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses panen jagung :

1. Waktu Panen Jagung

Waktu panen jagung ditentukan dari jenis buah yang ingin dihasilkan. Untuk mendapatkan buah dengan biji kering, panen dapat dilakukan pada saat berumur 103 hari atau ketika bulir jagung sudah membentuk lapisan hitam.  Namun untuk menhasilkan panen berupa jagung manis, waktu panen biasanya lebih singkat sekitar umur 63 - 67 hari setelah penanaman.

2. Tanda Jagung Yang Siap Panen

  • Kelobot atau kulit buah jagung sudah mulai mengering
  • Warna buah sudah menguning
  • Apabila dikupas bulir jagung terlihat mengkilap dan keras
  • Bila ditekan dengan kuku, tidak meninggalkan bekas

Pasca Panen

Setelah buah jagung dipetik dari batangnya, selanjutnya dilakukan pengupasan dan pemipilan bata jagung. Pengupasan juga dapat dilkukan pada saat buah masih menempel atau belum dipetik dari batangnya, tujuannya untuk mengurangi kadar air dalam tongkol jagung.

Setelah proses pengupasan selanjutnya dilakukan pemipilan atau pelepasan biji dari tongkolnya. Pemipilan dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau dengan menggunakan alat pemipil jagung untuk skala yang lebih besar. Biji yang sudah dipipil selanjutnya dijemur dibawah sinar matahari sampai mengering. Biji jagung yang baik adalah yang memiliki kadar air kurang dari 14%, namun beberapa petani terkadang mengabaikan tingkat kadar air ini. Hal ini tentu membuat harga biji jagung menjadi turun dan merusak harga pasaran.

Untuk pengemasan biji jagung, diusahakan untuk memilih biji dengan ukuran dan bentuk yang seragam. Selain itu kebersihan biji juga perlu diperhatikan dengan cara memastikan tidak ada kotoran yang ikut tercampur dalam biji jagung. Pembersihan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan alat. Biji yang bersih selanjutnya di kemas dengan berat menyesuaikan permintaan pasar, umumnya sekitar 50 - 70 Kg per karungnya.

Monday, July 16, 2018

Cara Budidaya Cengkeh Dengan 5 Langkah Mudah

cara budidaya cengkeh


Cara Budidaya Cengkeh – Eugenia Aromaticum, merupakan tumbuhan identitas Provinsi Maluku, yang banyak diminati karena fungsinya sebagai bumbu dapur dengan aromanya yang khas. Cengkeh atau cengkih juga dijadikan bahan utama pembuatan rokok di Indonesia. Menariknya, usaha budidaya cengkeh bisa bertahan lama. Meski sudah berumur lebih dari 100 tahun, pohon cengkeh tetap bisa berbunga dan menghasilkan cengkeh kualitas baik seperti sebelumnya.

Selain dapat dipanen meski pohon sudah berumur tua, kelebihan budidaya cengkeh lainnya adalah produktivitas tanaman yang terbilang relatif lama. Sebab itulah, potensi dan peluang usaha dari budidaya cengkih ini cukup menjanjikan. Namun, tentunya harus dibarengi dengan ketekunan dalam masa tanam dan perawatan, karena masa tanam cengkeh ini tergolong lama, tidak seperti palawija atau sayuran lainnya.

5 Cara Budidaya Cengkeh Praktis dan Mudah 

Cara Pemilihan Bibit Cengkeh

Ada beberapa klasifikasi atau syarat pemilihan bibit cengkeh yang unggul berkualitas baik :

  • Tinggi minimal 60cm atau 90cm. Masing-masing ukuran tentunya disesuaikan dengan umur tanaman, 60cm untuk yang berumur 1 tahun, dan 90cm untuk tanaman berumur 2 tahun.
  • Akar tunggang lurus, menandakan bahwa bibit sehat. Panjang akar tunggang ini kira kira 45cm.
  • Batang tunggal, dengan 14 cabang dengan daun berwarna hijau tua disetiap cabangnya.

Proses dan Masa Tanam Cengkeh


Setelah mendapatkan bibit unggul untuk budidaya cengkeh, langkah berikutnya adalah menyiapkan lahan dengan tahap-tahap sebagai berikut :

  • Lakukan penyiangan lahan, atau pembersihan dari gulma dan rumput liar.
  • Cangkul tanah agar gembur dan diamkan selama seminggu.
  • Beri kapur dolomit untuk meningkatkan keasaman tanah (1 ton per 1 hektar tanah).
  • Buatlah lubang tanam 75m3 (perhatikan jarak tanam antar pohon, 4x4m atau 5x5m) dan tambahkan pupuk kandang sebagai penambah unsur hara tanah.
  • Diamkan kembali selama sebulan

Ada baiknya untuk memulai budidaya cengkeh pada awal musim hujan agar bibit mendapatkan curah hujan yang cukup. Masa tanam cengkeh bervariasi sesuai varietasnya, pada umumnya 5-7 tahun.

Cara Merawat Cengkeh

Masa pemeliharaan tanaman cengkeh umur 1-5 tahun adalah masa yang paling rawan terkena hama dan kekeringan. Perhatikan beberapa hal berikut ini selama masa pemeliharaan :

  • Lakukan pula penyiangan, agar tumbuhan cengkih bisa tumbuh seragam seperti bibit lainnya.
  • Penyulaman atau penggantian tanaman cengkih yang mati dengan bibit baru, agar tanam cengkih bisa seragam.
  • Pemasangan mulsa menjelang kemarau agar kelembaban tanan terjaga.

Pemupukan Tanaman Cengkeh

Pemupukan dilakukan setiap 2 kali dalam setahun atau sekali per semester, tepatnya diawal dan diakhir musim penghujan. Pemupukan ini dikhususkan untuk pupuk kandang atau kompos yang dilanjutkan dengan penggemburan tanah. Sedangkan pupuk tablet atau anorganik dilakukan cukup sekali dalam setahun pada awal musim penghujan.

Masa Panen Cengkeh

Panen budidaya cengkeh bisa didapatkan setelah 5-7 tahun masa tanam. Panen sebaiknya dilakukan sebelum bunga cengkeh merekah. Setelah dipetik, cengkeh dapat langsung dijual atau melalui tahapan pengeringan (dijemur dibawah sinar matahari terlebih dahulu, baru dijual).

Cukup mudah, kan? Dengan ketelatenan tinggi, diharapkan panen yang dihasilkan dari budidaya cengkeh bisa berkualitas bagus dan berdampak pada keuntungan yang didapat. Semoga bermanfaat.

Thursday, June 21, 2018

Proses Budidaya Singkong Dengan Hasil Melimpah

cara budidaya dan pemupukan singkong hasil berlimpah

Singkong adalah tanaman semusim, ini berarti singkong hanya dapat dipanen sekali saja. Budidaya tanaman singkong telah dilakuakn dibanyak negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Viatnam dan tentu saja di Indonesia.

Singkong adalah salah satu tanaman populer di Indonesia dan banyak dijadikan olahan makanan. Tak sedikit petani yang konsisten dalam mebudidayakan singkong. Proses penanamannya mudah, serta mampu memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para petani. Lalu, bagaimana cara budidaya singkong supaya menghasilkan panen yang banyak? berikut ulasannya,

Cara Budidaya Singkong

Ada beberapa tahapan untuk mendapatkan hasil panen singkong yang maksimal. Semua harus dipersiapkan secara baik, termasuk dari proses penanamannya. Tanah yang digunakan untuk budidaya singkong adalah tanah gembur dengan tekstur remah.

Hal pertama adalah membuat gundukan tanah dengan lebar sekitar 1,5 meter dengan ketinggian gundukan antara 60-70 cm. Usahakan membuat gundukan memanjang dengan posisi dari arah timur ke barat. Hal ini dimaksudkan agar menyesuaikan dengan arah pergerakan matahari, sehingga pohon singkong akan mendapat sinar matahari yang merata.

Pohon singkong merupakan jenis tanaman yang menyukai sinar matahari penuh dalam proses tumbuhnya. Dengan mengetahui fakta ini, tentunya posisi penanaman menjadi hal dasar yang dapat mempengaruhi panen nantinya. Proses budidaya tanaman singkong dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Pemilihan Bibit Singkong Yang Baik

Pembibitan singkong dilakukan dengan cara stek batang. tentu saja hal ini memudahkan para petani dalam membuat bibit yang akan ditanam. Petani dapat membuat bibit dari batang singkong yang telah dipanen sebelumnya.

Pilihlah bibit singkong dari batang yang sudah tua, maksudnya disini pemilihan batang yang akan digunakan hanya bagian pangkalnya saja. Untuk satu batang pohon singkong dapat dijadikan 3 buah bibit dengan panjang rata- rata 20 cm.

Untuk mendapatkan bibit yang mampu menghasilkan singkong yang banyak, ada satu trik yang dapat anda terapkan pada proses pemotongannya. Umumnya para petani memotong batang yang akan dijadikan bibit dengan gergaji dengan potongan yang lurus.

Teknik Pemotongan Bibit

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, tentunya juga dibutuhkan teknik berbeda dapalam pembuatan bibit singkong. Pemotongan tidak dilakukan dengan gerjaji tapi menggunakan golok dengan memotong pada seperiga bagian pada 3 sisi batang lalu dipatahkan. Selanjutnya dibuat 3 luka kecil pada bagian atasnya, kira-kira 1 cm diatas potongan bawah. lebih jelas silahkan lihat gambar dibawah ini.

teknik pemotongan bibit singkong

Dengan menggunakan teknik pembuatan bibit seperti ini, maka singkong yang dihasilkan bisa berkisar 12 buah pada bagian bawah dan 4 buah pada bagian yang kita beri luka tersebut. Hal ini tentu akan memaksimalkan jumlah panen yang akan kita dapatkan natinya. sebagai perbandingan, jika dengan teknik biasa hanya menghasilkan 20 ton per hektar, dengan teknik ini hasil panen bisa naik hingga 100 ton pada saat umur 11 bulan.

Teknik Penanaman Bibit

Penanaman bibit dilakukan dengan cara menanam pada pangkal potongan yang telah kita persiapkan sebelumnya. Penanaman dilakukan dengan menancapkan bibit sedalam 5 cm kedalam tanah dengan posisi miring kearah luar gundukan. Jadi dalam satu gundukan dengan lebar 1,5 meter kita tanami 2 baris bibit dengan jarak 125 cm.

Posisi penanaman dilakuan dengan posisi miring kearah luar gundukan, tujuannya agar bibit mendapatkan sinar matahri yang maksimal saat tumbuh. Selain itu penanaman dengan posisi miring tersebut juga bertujuan agar memudahkan saat proses pencabutan saat panen nantinya.

jarak tanam bibit singkong

2. Cara Pemupukan Singkong Yang Baik

Porses pemupukan singkong dilakukan untuk memastikan pohon tumbuh dengan subur serta memberikan hasil panen yang maksimal. Proses ini tidak bisa dilakuakn sembarangan, harus mengikuti waktu pemupukan singkong yang sudah ditetapkan. Pores pemupukan singkong dapat dilakukan bertahap selama 3 kali, yaitu pada saat umur 15 hari, 3 bulan dan 6 bulan dengan dosis yang berbeda-beda.

Pemupukan Awal Singkong

Pemupukan awal singkong dapat dilakuakan saat singkong sudah berumur 15 hari setelah masa tanam. Pada usia ini biasanya singkong sudah memiliki tunas dan cabang yang cukup banyak. Sebelum melakuakan pemupukan awal, perlu dilakukan pemangkasan terhadap tunas-tunas pohon tersebut. Buanglah tunas-tunas yang kecil lalu sisakan 2 tunas yang terbaik saja.

Setelah pemangkasan, pemupukan dapat dilakukan dengan cara membuat lubang dengan jarak 15 cm dari pangkal batang. Pupuk selanjutnya dimasukan kedalam lubang tersebut dengan dosis 1/2 sendok teh saja, lalu timbun kembali lubang dengan tanah. Sampai disini, singkong tidak perlu agi diberi pupuk hingga berusia 3 bulan.

Pemupukan Lanjutan Singkong

Sambi menunggu singkong berumur 3 bulan, dapat dilakukan dengan pembersihan gulma-gulma penggangu disekitar tanaman. Setelah memasuki usia 3 bulan, singkong sudah siap diberi pupuk lanjutan. Pada usia ini, biasanya pohon sudah mencapai tinggi 1 meter.

Untuk proses pemupukan lanjutan ini, caranya hampir sama dengan pemupukan awal. Buatlah lubang dengan jarak 15-20 cm dari batang, lalu masukan pupuk dengan dosis 2 sendok teh. Tutup kembali lubang dengan tanah.

Pemupukan Akhir Singkong

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemupukan singkong dilakukan dalam 3 periode. Hal ini untuk memastikan pohon singkong mendapat asupan nutrisi yang cukup selama tumbuh. Pemupukan akhir ini dilakukan saat umur singkong berusia 6 bulan setelah masa tanam.

Untuk pemupukannya dilakukan dengan cara membuat 2 buah lubang untuk setiap batang pohon. Dosis yang diberikanpun lebih banyak ketimbang pemupukan pada tahap kedua. Jarak lubang dan pohon adalah 20 cm, karna biasanya pada usia ini umbi singkong sudah menjalar hingga panjang 21 cm.

3. Proses Panen Singkong

Singkong yang sudah siap panen adalah singkong yang sudah berumur 11-12 bulan sejak masa tanam. Karena pada usia ini, umbi singkong sudah memiliki tekstur yang cukup baik untuk diolah. Proses panen dilakukan dengan cara mencabut batangnya sehingga umbi singkong yang terletak pada akar juga ikut tercabut. Selanjutnya umbi dipisahkan dari batang, umbi inilah yang akan dijadikan berbagai olahan.

Hampir semua bagian singkong dapat dimanfaatkan. Untuk batang singkong pasca panen, dapat dijadikan bibit kembali. Sedangkan sisa batang singkong biasanya dimanfaatkan untuk dijadikan alternatif kayu bakar. Bahkan ditangan-tangan kreatif, sisa batang yang tidak terpakai ini dapat dijadikan kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Seperti pada artikel republika berikut ini : Souvenir dari batang singkong

Daun singkong pun cukup bernilai ekonomis, daun yang masih muda biasanya dipanen untuk dijadikan olahan makanan. Salah satu pelanggan setia daun singkong muda ini adalah rumah makan padang yang selalu menyediak pucuk singkong rebus dalam setiap sajiannya. Untuk daun singkong tua pun dimanfaatkan untuk dijadikan pakan ternak.

Video Cara Budidaya Singkong Yang Baik



Singkong bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Harga jual yang tinggi serta kebutuhan yang stabil membuat keuntungan budidaya singkong cukup menjanjikan. Meski umbi singkong hanya dapat dipanen setelah berumur 11 bulan, akan tetapi singkong tetap dapat memberikan pemasukan tambahan dalam waktu cepat. salah satunya adalah dengan menjual pucuk daun mudanya. Tertarik untuk budidaya singkong ?

Tuesday, May 1, 2018

Rotan : Jenis Tanaman Industri Untuk Sektor Kerajinan

Rotan : tanaman industri kerajinan


Mengetahui jenis tanaman industri untuk sektor kerajinan pada saat ini tentu saja bukanlah merupakan perihal yang sulit untuk dilakukan, terlebih di era jaman modern seperti sekarang ini dimana teknologi sendiri sudah maju dengan pesat yang membuat berbagai macam hal lebih mudah untuk dilakukan. Seperti salah satunya adalah informasi mengenai berbagai macam jenis tanaman industri yang pada saat ini mungkin sudah sangat mudah ditemukan, seperti contohnya tanaman industri rotan yang memang menjadi komoditas utama sebagai bahan pembuat produk kerajinan.

Ya, tentunya hingga saat ini anda sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam kerajinan yang terbuat dari rotan, sebagian besarnya merupakan kerajinan seperti anyaman hingga kerajinan yang menggunakan batang rotan itu sendiri, mulai dari yang memiliki bentuk dimensi kecil hingga yang berdimensi besar. Dan sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa harga dari sebagian besar produk yang terbuat dari rotan tersebut cukup mahal, tidak hanya karena jasa kerajinannya sendiri, melainkan rotan sendiri juga diketahui merupakan salah satu bahan komoditas hasil hutan yang terhitung cukup tinggi.

Jenis Tanaman Industri Untuk Sektor Kerajinan

Maka dari itulah mengapa rotan sendiri juga dikatakan sebagai salah satu jenis tanaman industri untuk sektor kerajinan yang menjanjikan untuk di budidayakan, hanya saja memang banyak orang masih belum mengenal dan mengetahui cara budidaya tanaman tersebut, karena kebanyakan orang masih lebih mengenal bambu dibandingkan dengan rotan. Walaupun memiliki bentuk batang yang mirip dengan bambu namun karakteristik dari jenis tanaman ini memang berbeda, karena batang tanaman rotan sendiri diketahui hanya dapat tumbuh maksimal dengan diameter hingga 5cm, tentunya berbeda dengan tanaman bambu yang cenderung memiliki diameter lebih besar.

Selain itu, panjang dari tanaman rotan sendiri juga diketahui lebih panjang dari bambu karena dapat tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter panjangnya, namun dengan sifatnya yang lebih elastis dari bambu maka tanaman ini memang lebih cocok untuk dijadikan bahan untuk produk kerajinan yang lebih beragam.

Demikian diatas tadi adalah sedikit ulasan mengenai jenis tanaman industri untuk sektor kerajinan yang telah kita ketahui bersama, semoga sedikit informasi tanaman di atas dapat membantu serta dapat bermanfaat untuk anda semuanya.

Wednesday, April 4, 2018

Manfaat dan Ciri-Ciri Tanaman Kacang Panjang

manfaat dan ciri kacang panjang


Kacang panjang (Vigna sinensis L.) adalah tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Kacang panjang berasal dari India dan Afrika yang menyebar kedaerah Asia hingga ke Indonesia.

Ciri-Ciri Fisik Tanaman Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan jenis tanaman semusim yang merambat dengan ciri-ciri tanaman sebagai berikut :

  • Panjang batangnya sekitar 2-4 meter
  • Polong berbentuk bulat memanjang
  • Polong memiliki panjang antara 10-100cm
  • Batangnya bersifat memanjat dan membelit
  • Daun bersusun tiga-tiga helai
  • Bunga bebrbentuk kupu-kupu berwarna biru muda

Batang kacang panjang memerlukan penopang atau tiang sebagai media rambatnya, ini untuk mencegah agar buah tidak terjuntai menyentuh tanah. Tanaman kategori palawija ini mampu tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga ketinggian 700m diatas permukaan laut.

Manfaat Tanaman Kacang Panjang

Meski banyak sekali manfaat dari tanaman kacang panjang ini, Namun secara umum tanaman kacang panjang memiliki 2 manfaat yaitu:

1.Sebagai penyubur tanah

Kacang panjang mampu membantu dalam penyubran tanah karena adanya bintil-bintil bakteri Rhizobium yang terdapat pada akarnya. Rhizobium berguna untuk mengikat nitrogen bebas dari udara. Itulah kenapa banyak para petani yang menanam kacang panjang sebagai tanaman sela pada sawah mereka.

2.Sebagai sayuran

kacang panjang memiliki kandungan zat gizi seperti protein, kalori, vitamin A dan vitamin B. Bahkan daun kacang panjang dipercaya berkhasita dalam memperbanyak ASI pada ibu menyusui.

Tabel Kandungan Gizi Kacang Panjang per 100gr

Kandungan Jumlah
Energi 44 Kal
Protein 270 mg
Lemak 30 mg
Karbohidrat 780 mg
Kalsium 49 mg
Fosfor 437 mg
Zat Besi 0,7 mg
Vitamin A 50 RE
Vitamin B 0,13 mg

Friday, March 9, 2018

Peluang Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik

Budidaya Sayuran Dengan Teknik Hidroponik


budidaya sayuran dengan sistem hidroponik

Budidaya tanaman dengan cara hidroponik belakangan ini menjadi banyak digemari. Tanaman yang umum ditanama dengan sistem hidroponik ini adalah jenis tanamanan sayuran. Sistem hidropoik termasuk sistem yang ramah lingkungan dan hemat tempat. Selain untuk di konsumsi sendiri, budidaya sayuran dengan teknik hidroponik juga sudah banyak dilakukan dalam pertanian skala besar. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan akan sayuran dari hasil hidroponik. Peluang bisnisnya pun cukup menjanjikan, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia adalah beberapa negara dengan permintaan sayuran hidroponik ynag sangat tinggi.

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan media tanam berupa air (hydro) tanpa menggunakan tanah dengan menekanakan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman itu sendiri. Walaupun media tanam yang digunakan adalah air, Teknik hidroponik ini justru lebih hemat air. Pemenuhan kebutuhan air pada sistem hidroponik lebih sedikit ketimbang dengan menanam pada media tanah. Ini dikarenakan pengguaan air pada sistem hidroponik lebih efisien dibanding pada sistem konvensional pada umumnya. Sehingga pertanian dengan sistem hidroponik sangat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas.

Sistem hidroponik adalah sistem pertanian yang fleksibel, sehingga dapat dilakukan dimana saja. Peralatan yang digunakan pun tergolong sederhana dan umumnya adalah menggunakan paralon sebagai media tanam tempat pengaliran air. Menanam sayuran dengan sistem organik banyak menjadi pilihan, ini karena sayuran dapat dengan mudah tumbuh pada sistem hidroponik. Jenis sayuran yang sangat umum ditanam dengan sistem hidroponik seperti Seledri, Kangkung, Bayam maupun Selada.

kelebihan dan kekurangan sayuran hidroponik


Kelebihan Sayuran Dari Hasil Sistem Hidroponik


Walaupun belum dapat dibuktikan secara ilmiah bahwa sayuran hidroponik lebih sehat dibanding sayur yang ditanam dengan metode lain, akan tetapi beberapa penelitian berskala kecil mengarah ke hal tersebut. Salah satunya adalah penelitian dari Organic Center pada tahun 2008 lalu yang membuktikan tanaman hidroponik memiliki nutrisi melebihi tanaman yang ditanam dengan sistem konvensional. Hal serupa juga dilakukan Practical Hydroponics & Greenhouses dalam jurnalnya pada tahun yang sama.

Namun banyak penelitian menunjukkan hasil yang tidak sama, bahwa sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik memiliki nutrisi yang sama dengan sayuran yang ditanam dengan metode konvensional. Selama sayuran hidroponik tersebut memiliki nutrisi yang memadai seperti air dan mineral untuk pertumbuhannya, dan mendapatkan udara serta cahaya yang cukup, maka sayuran hidroponik mampu tumbuh dengan baik sehingga memiliki nutrisi yang baik pula.

Hidroponik dipilih karena sistem ini cukup mudah dari segi perawatannya, karena pada sistem hidroponik kita tidak direpotkan dengan penyiraman yang sudah dilakukan dengan bantuan pompa secara berkelanjutan. Selain itu sistem ini juga bebas gulma, sehingga tidak ada kegiatan penyiangan yang merepotkan.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik Dengan Benar




Penyiapan Lahan Tanam Hidroponik

Langkah petama untuk memulai menanam sayuran dengan cara hidroponik adalah penyiapan wadah sebagai media tanam. Sesuaika ukuran pipa utama sesuai dengan keinginan, umumnya pipa yang digunakan adalah ukuran 2,5" - 3". Selanjutnya paralon diberi lubang untuk tempat penanaman dengan diameter 5cm dan beri jarak 20cm pada setiap lubangnya.

Penyusuna paralon sendiri dilakukan melihat luas area yang akan gunakan sebagai area tanam nantinya. Jika memiliki area yang terbatas, penyusunan paralon bisa digunakan dengan teknik vertikultur (susunan vertikal). Namun jika area yang digunakan cukup luas, anda bisa menyusun paralon secara berjajar.

Cara Penyemaian Benih Hidroponik

Setelah Lahan tanam tersedia, selanjutnya adalah persiapan benih tanaman. Pemilihan benih sayur hidroponik usahakan benih dengan tingkat germinasi 80%. Siapkan wadah atau tray sebagai tempat untuk menyimpan benih nantinya. Selain itu siapkan juga media semai bibit, seperti ijuk, rockwool dll. Media semai yang cukup baik adalah dari bahan rockwool, bahan ini cukup praktis serta memiliki daya serap air yang cukup tinggi.

Selanjutnya anda bisa memotong rockwool dengan ukuran 5x5cm, namun anda perlu menyiapkan tempat sementara untuk untuk masing-masing potongan rockwool tersebut. Wadah rockwool ini dibuat dari pipa ukuran 3/4" yang dipotong-potong dengan ukuran masing-masing 5 cm. Lalu masing-masing potongan pipa di isi dengan potongan rockwool. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemindahan benih nantinya, jika benih di tanam pada rockwool utuh maka pengambilan benih nantinya kan lebih sulit. Pemotongan rockwool juga berpotensi merusak benih, karena akar benih kemungkinan besar juga ikut terpotong.

Potongan-potongan pipa yang telah diisi rockwool selanjutnya disiram dengan air bersih. Setelah itu baru memasukan benih kedalam masing-masing rockwool. Pengambilan benih yang kecil perludilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak benih tersebut, penggunaan cotton bud bisa membantu dalam pemindahan benih kedalam media semai. Benih yang telah di masukan kedalam media semai ditempatkan pada area yang teduh sampai menjadi kecambah. Perawatan benih cukup dilakukan dengan penyiraman yang rutin sampai benih cukup umur untuk dipindahkan ke lahan tanam / Paralon.

Cara menanam benih sayuran hidroponik

Penanaman Dan Perawatan Sayuran Hidroponik


Untuk pemindahan benih yang sudah cukup umur ke lahan taman cukup mudah. Ambil pipa yang berisi benih tersebut, lalu sodok pada bagian bawah pipa sampai rockwool keluat. Rockwool yang berisi kecambah inilah yang nati akan ditanam pada lahan tanam/paralon. Caranya cukup masukan rockwool yang berisi kecambah kedalam masing-masing lubang pada paralon yang telah disiapkan sebelumnya. Tidak ada perawatan khusus selama proses penanaman dan perawatan, hanya perlu memperhatikan kualitas dari air yang digunakan.

Perawatan pada sistem hidroponik pada dasarnya tidak berberda dengan sitem konvensional. Kualitas air menjadi perhatian penting dalam sistem hidroponik, serta tingkat salinitas dari air dijaga agar tidak melebih 2500 ppm. Air yang digunakan tidak boleh mengandung banyak unsur logam berat.


Tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik harus tercukupi semua kebutuhan nutrisinya dengan tepat. Pemberian nutrisi ini sangatlah penting bagi tanaman, nutrisi hidroponik sendiri dapat dengan mudah ditemukan dipasaran. Pemberian nutrisi dapat dilakukan langsung pada bak penampungan, namun sebelumnya nutrisi ahidroponik harus dicairkan terlebih dahulu. Larutan Nutrisi tersebut dapat diberikan sesuai kebutuhan atau terjadwal. Setiap kali larutan nutrisi berkurang hingga dibawah tingkat minimal, maka perlu ditambahkan dengan air.

Cara menanam tanaman buah ataupun sayuran hidroponik juga cocok diterapkan pada daerah perkotaaan. Karena banyak menanam dengan sistem hidroponik memiliki banyak manfaat seperti sayuran yang didapat selalu segar dan juga lebih sehat tentunya. Manfaat lain dari sistem hidroponik seperti hemat tempat dan ramah lingkungan menjadikan hidroponik pilihan yang tepat untuk memulai pertanian di perkotaan. Selain semua manfaat tersebut, tentunya hidroponik juga bisa sebagai penambah pundi-pundi anda. Hidroponik merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Saturday, March 3, 2018

Budidaya dan Pembibitan Buah Naga Organik

Tanaman Buah Naga menjadi salah satu buah yang cukup digemari belakangan ini. Buah yang memiliki kulit bersisik ini biasa dijadikan jus maupun campuran dalam minuman. Tanaman yang termasuk jenis kaktus ini konon juga Buah Naga mampu mengatasi berbagai penyakit. Meski telah banyak daerah di Indonesia yang membudidayakan buah naga, akan tetapi buah ini bukanlah buah asli Indonesia. Buah Naga yang identik dengan buah asia ini justru berasal dari Meksiko dan Amerika selatan.

Pohon Buah naga memiliki tampilan batan yang unik dan menarik. Bentuknya yang bulat menerucut serta memiliki bentuk batang segitiga serta terdapat duri-duri pendek. Tanaman ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000 yang lalu. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang adaptif, pembudidayaan buah naga kini mulai banyak di temukan di Indonesia mulai dari daerah pantai yang berpasir, hingga pada dataran tinggi di daerah pegunungan.

Buah Naga Organik


Budidaya Buah Naga

Cara tumbuh tanaman buah naga ini tidak dipengaruhi pada kualitas tanah tempat tumbuhnya. Seperti yang disebutkan, bahkan tanaman buah naga mampu hidup dengan baik pada lahan berpasir seperti pada daerah pantai. Budidaya buah naga juga tidak memerlukan perawatan khusus selama proses pertumbuhannya. Ini dikarenakan sifat dari pohon buah naga yang tidak suka air. Untuk itu, sistem drainase pada lahan tumbuh tanaman buah naga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh petani. Disamping itu tingkat keasaman tanah juga harus diperhatikan, Tanah harus ber-aerasi dengan baik dengan derajat keasaman (pH) 6,5 – 7.


Pemilihan Bibit Buah Naga Yang Baik

Wilayah Gending di Sleman, Yogyakarta, merupakan salah satu wilayah yang mengembangkan budidaya buah naga dengan sistem organik. Usaha budidaya buah naga tidaklah terlalu rumit. Langkah awal yang perlu dilakukan tentunya adalah proses pembuatan bibit buah naga. Secara umum pembibitan buah naga dilakukan dengan sistem stek batang dengan panjang antara 25-30 cm. Untuk medapatkan bibit yang berkualitas, pemilihan batang tanaman yang akan dijadikan bibit haruslah dari batang yang sehat dan produksi tinggi. Pilih batang yang dengan ukuran panjang sekitar 80-120 cm, memiliki diameter besar dan sehat, dalam arti tidak terdapat jamur ataupun bakteri yang menyebabkan batang busuk. Selain itu usahakan memilih indukan yang telah berproduksi sekitar 3-4 kali.

Pembuatan Bibit Buah Naga

Setelah mendapatkan calon bibit sesuai dengan kriteria tersebut, selanjutnya Anda bisa memotong batang tersebut dari pohon induk. Potongan tersebut dibiarkan untuk mengurangi kadar getah yang terkandung didalamnya. Setelah getah pada batang mengering, potonglah menjadi beberapa bagian dengan panjang antara 25-30 cm. Pangkal bawah hasil potongan di buat meruncing dan di oles dengan perangsang akar serta fungisida untuk menjaga agar bakal bibit buah naga tidak rusak. Untuk mendapatkan perangsang akar anda bisa mendapatkanya di toko-toko pertanian, tapi anda bisa menggunakan alternatif lain yaitu bawang merah sebagai perangsang akar alami. Bibit buah naga yang telah di oles dengan perangsang akar selanjutnya dimasukan kedalam polybag yang telah diisi dengan media tanam. Media tanam ini dibuat dari campuran Kompos, tanah dan sekam padi dengan perbandingan 4:2:1.

Perawatan Bibit Buah Naga

Tingkat kedalaman penanaman bibit adalah 5 cm. Bibit yang telah ditanam selanjutnya diberi sungkup untuk mengurangi proses penguapan yang terjadi. Perawatan yan perlu dilakukan saat bibit masih dalam polybag adalah penyiraman secukupnya dengan memperhatikan kondisi media tanam agar jangan terlalu berair. Bibit yang telah berumur 2 bulan sudah dapat di pindahkan pada lahan tanam. Namun sebelum dilakukan pemindahan bibit dari polybag ke lahan tanam, perlu dipersiapkan tiang pancang setinggi 1 meter. Tiang pancang ini berguna sebagai media rambat batang buah naga, karena buah naga tidak memiliki batang primer yang kokoh. Umumnya tiang pancang yang digunakan dalam bubidaya buah naga terbuat dari semer cor, hal ini dimaksudkan agar bisa bertahan lama. Karena umur tanaman ini cukup panjang hingga mencapai umur 10 tahun. Setiap tiang pancang diberi 2-3 lubang dengan jarak 30cm, lalu pindahkan bibit kedalam lubang pada lahan dan diberi pupuk kandang.

Dimasa awal pertumbuhan, penyiraman sebaiknya dilakukan hanya 1-2 hari sekali. Penyiraman yang berlebih justru hanya akan menjadikan bibit mengalami pembusukan. Pemupupakn tanaman hanya diberi pupuk kandang dengan interval jarak 3 bulan sekali. Selain itu, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan pada masa ini adalah penyiangan gulma. Tumbuhan penggangu dan gulma di sekitar tanaman sedapat mungkin dibersihkan agar nutrisi yang dibutuhkan bibit bisa terserap maksimal.
Buah naga yang telah mulai berbunga secara alamai akan mengalami proses penyerbukan. Akan tetapi, untuk mendapat hasil buah dengan produksi yang maksimal proses penyerbukan bunga buah naga perlu campurtangan manusia. Proses penyerbukan tersebut dilakukna pada saat tengah malam antara jam 11-1 malam. Karena pada saat itu bunga sedang dalam kondisi mekar semprna.