Thursday, June 21, 2018

Proses Budidaya Singkong Dengan Hasil Melimpah

cara budidaya dan pemupukan singkong hasil berlimpah

Singkong adalah tanaman semusim, ini berarti singkong hanya dapat dipanen sekali saja. Budidaya tanaman singkong telah dilakuakn dibanyak negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Viatnam dan tentu saja di Indonesia.

Singkong adalah salah satu tanaman populer di Indonesia dan banyak dijadikan olahan makanan. Tak sedikit petani yang konsisten dalam mebudidayakan singkong. Proses penanamannya mudah, serta mampu memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para petani. Lalu, bagaimana cara budidaya singkong supaya menghasilkan panen yang banyak? berikut ulasannya,

Cara Budidaya Singkong

Ada beberapa tahapan untuk mendapatkan hasil panen singkong yang maksimal. Semua harus dipersiapkan secara baik, termasuk dari proses penanamannya. Tanah yang digunakan untuk budidaya singkong adalah tanah gembur dengan tekstur remah.

Hal pertama adalah membuat gundukan tanah dengan lebar sekitar 1,5 meter dengan ketinggian gundukan antara 60-70 cm. Usahakan membuat gundukan memanjang dengan posisi dari arah timur ke barat. Hal ini dimaksudkan agar menyesuaikan dengan arah pergerakan matahari, sehingga pohon singkong akan mendapat sinar matahari yang merata.

Pohon singkong merupakan jenis tanaman yang menyukai sinar matahari penuh dalam proses tumbuhnya. Dengan mengetahui fakta ini, tentunya posisi penanaman menjadi hal dasar yang dapat mempengaruhi panen nantinya. Proses budidaya tanaman singkong dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Pemilihan Bibit Singkong Yang Baik

Pembibitan singkong dilakukan dengan cara stek batang. tentu saja hal ini memudahkan para petani dalam membuat bibit yang akan ditanam. Petani dapat membuat bibit dari batang singkong yang telah dipanen sebelumnya.

Pilihlah bibit singkong dari batang yang sudah tua, maksudnya disini pemilihan batang yang akan digunakan hanya bagian pangkalnya saja. Untuk satu batang pohon singkong dapat dijadikan 3 buah bibit dengan panjang rata- rata 20 cm.

Untuk mendapatkan bibit yang mampu menghasilkan singkong yang banyak, ada satu trik yang dapat anda terapkan pada proses pemotongannya. Umumnya para petani memotong batang yang akan dijadikan bibit dengan gergaji dengan potongan yang lurus.

Teknik Pemotongan Bibit

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, tentunya juga dibutuhkan teknik berbeda dapalam pembuatan bibit singkong. Pemotongan tidak dilakukan dengan gerjaji tapi menggunakan golok dengan memotong pada seperiga bagian pada 3 sisi batang lalu dipatahkan. Selanjutnya dibuat 3 luka kecil pada bagian atasnya, kira-kira 1 cm diatas potongan bawah. lebih jelas silahkan lihat gambar dibawah ini.

teknik pemotongan bibit singkong

Dengan menggunakan teknik pembuatan bibit seperti ini, maka singkong yang dihasilkan bisa berkisar 12 buah pada bagian bawah dan 4 buah pada bagian yang kita beri luka tersebut. Hal ini tentu akan memaksimalkan jumlah panen yang akan kita dapatkan natinya. sebagai perbandingan, jika dengan teknik biasa hanya menghasilkan 20 ton per hektar, dengan teknik ini hasil panen bisa naik hingga 100 ton pada saat umur 11 bulan.

Teknik Penanaman Bibit

Penanaman bibit dilakukan dengan cara menanam pada pangkal potongan yang telah kita persiapkan sebelumnya. Penanaman dilakukan dengan menancapkan bibit sedalam 5 cm kedalam tanah dengan posisi miring kearah luar gundukan. Jadi dalam satu gundukan dengan lebar 1,5 meter kita tanami 2 baris bibit dengan jarak 125 cm.

Posisi penanaman dilakuan dengan posisi miring kearah luar gundukan, tujuannya agar bibit mendapatkan sinar matahri yang maksimal saat tumbuh. Selain itu penanaman dengan posisi miring tersebut juga bertujuan agar memudahkan saat proses pencabutan saat panen nantinya.

jarak tanam bibit singkong

2. Cara Pemupukan Singkong Yang Baik

Porses pemupukan singkong dilakukan untuk memastikan pohon tumbuh dengan subur serta memberikan hasil panen yang maksimal. Proses ini tidak bisa dilakuakn sembarangan, harus mengikuti waktu pemupukan singkong yang sudah ditetapkan. Pores pemupukan singkong dapat dilakukan bertahap selama 3 kali, yaitu pada saat umur 15 hari, 3 bulan dan 6 bulan dengan dosis yang berbeda-beda.

Pemupukan Awal Singkong

Pemupukan awal singkong dapat dilakuakan saat singkong sudah berumur 15 hari setelah masa tanam. Pada usia ini biasanya singkong sudah memiliki tunas dan cabang yang cukup banyak. Sebelum melakuakan pemupukan awal, perlu dilakukan pemangkasan terhadap tunas-tunas pohon tersebut. Buanglah tunas-tunas yang kecil lalu sisakan 2 tunas yang terbaik saja.

Setelah pemangkasan, pemupukan dapat dilakukan dengan cara membuat lubang dengan jarak 15 cm dari pangkal batang. Pupuk selanjutnya dimasukan kedalam lubang tersebut dengan dosis 1/2 sendok teh saja, lalu timbun kembali lubang dengan tanah. Sampai disini, singkong tidak perlu agi diberi pupuk hingga berusia 3 bulan.

Pemupukan Lanjutan Singkong

Sambi menunggu singkong berumur 3 bulan, dapat dilakukan dengan pembersihan gulma-gulma penggangu disekitar tanaman. Setelah memasuki usia 3 bulan, singkong sudah siap diberi pupuk lanjutan. Pada usia ini, biasanya pohon sudah mencapai tinggi 1 meter.

Untuk proses pemupukan lanjutan ini, caranya hampir sama dengan pemupukan awal. Buatlah lubang dengan jarak 15-20 cm dari batang, lalu masukan pupuk dengan dosis 2 sendok teh. Tutup kembali lubang dengan tanah.

Pemupukan Akhir Singkong

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemupukan singkong dilakukan dalam 3 periode. Hal ini untuk memastikan pohon singkong mendapat asupan nutrisi yang cukup selama tumbuh. Pemupukan akhir ini dilakukan saat umur singkong berusia 6 bulan setelah masa tanam.

Untuk pemupukannya dilakukan dengan cara membuat 2 buah lubang untuk setiap batang pohon. Dosis yang diberikanpun lebih banyak ketimbang pemupukan pada tahap kedua. Jarak lubang dan pohon adalah 20 cm, karna biasanya pada usia ini umbi singkong sudah menjalar hingga panjang 21 cm.

3. Proses Panen Singkong

Singkong yang sudah siap panen adalah singkong yang sudah berumur 11-12 bulan sejak masa tanam. Karena pada usia ini, umbi singkong sudah memiliki tekstur yang cukup baik untuk diolah. Proses panen dilakukan dengan cara mencabut batangnya sehingga umbi singkong yang terletak pada akar juga ikut tercabut. Selanjutnya umbi dipisahkan dari batang, umbi inilah yang akan dijadikan berbagai olahan.

Hampir semua bagian singkong dapat dimanfaatkan. Untuk batang singkong pasca panen, dapat dijadikan bibit kembali. Sedangkan sisa batang singkong biasanya dimanfaatkan untuk dijadikan alternatif kayu bakar. Bahkan ditangan-tangan kreatif, sisa batang yang tidak terpakai ini dapat dijadikan kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Seperti pada artikel republika berikut ini : Souvenir dari batang singkong

Daun singkong pun cukup bernilai ekonomis, daun yang masih muda biasanya dipanen untuk dijadikan olahan makanan. Salah satu pelanggan setia daun singkong muda ini adalah rumah makan padang yang selalu menyediak pucuk singkong rebus dalam setiap sajiannya. Untuk daun singkong tua pun dimanfaatkan untuk dijadikan pakan ternak.

Video Cara Budidaya Singkong Yang Baik



Singkong bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Harga jual yang tinggi serta kebutuhan yang stabil membuat keuntungan budidaya singkong cukup menjanjikan. Meski umbi singkong hanya dapat dipanen setelah berumur 11 bulan, akan tetapi singkong tetap dapat memberikan pemasukan tambahan dalam waktu cepat. salah satunya adalah dengan menjual pucuk daun mudanya. Tertarik untuk budidaya singkong ?

Tuesday, May 1, 2018

Rotan : Jenis Tanaman Industri Untuk Sektor Kerajinan

Rotan : tanaman industri kerajinan


Mengetahui jenis tanaman industri untuk sektor kerajinan pada saat ini tentu saja bukanlah merupakan perihal yang sulit untuk dilakukan, terlebih di era jaman modern seperti sekarang ini dimana teknologi sendiri sudah maju dengan pesat yang membuat berbagai macam hal lebih mudah untuk dilakukan. Seperti salah satunya adalah informasi mengenai berbagai macam jenis tanaman industri yang pada saat ini mungkin sudah sangat mudah ditemukan, seperti contohnya tanaman industri rotan yang memang menjadi komoditas utama sebagai bahan pembuat produk kerajinan.

Ya, tentunya hingga saat ini anda sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam kerajinan yang terbuat dari rotan, sebagian besarnya merupakan kerajinan seperti anyaman hingga kerajinan yang menggunakan batang rotan itu sendiri, mulai dari yang memiliki bentuk dimensi kecil hingga yang berdimensi besar. Dan sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa harga dari sebagian besar produk yang terbuat dari rotan tersebut cukup mahal, tidak hanya karena jasa kerajinannya sendiri, melainkan rotan sendiri juga diketahui merupakan salah satu bahan komoditas hasil hutan yang terhitung cukup tinggi.

Jenis Tanaman Industri Untuk Sektor Kerajinan

Maka dari itulah mengapa rotan sendiri juga dikatakan sebagai salah satu jenis tanaman industri untuk sektor kerajinan yang menjanjikan untuk di budidayakan, hanya saja memang banyak orang masih belum mengenal dan mengetahui cara budidaya tanaman tersebut, karena kebanyakan orang masih lebih mengenal bambu dibandingkan dengan rotan. Walaupun memiliki bentuk batang yang mirip dengan bambu namun karakteristik dari jenis tanaman ini memang berbeda, karena batang tanaman rotan sendiri diketahui hanya dapat tumbuh maksimal dengan diameter hingga 5cm, tentunya berbeda dengan tanaman bambu yang cenderung memiliki diameter lebih besar.

Selain itu, panjang dari tanaman rotan sendiri juga diketahui lebih panjang dari bambu karena dapat tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter panjangnya, namun dengan sifatnya yang lebih elastis dari bambu maka tanaman ini memang lebih cocok untuk dijadikan bahan untuk produk kerajinan yang lebih beragam.

Demikian diatas tadi adalah sedikit ulasan mengenai jenis tanaman industri untuk sektor kerajinan yang telah kita ketahui bersama, semoga sedikit informasi tanaman di atas dapat membantu serta dapat bermanfaat untuk anda semuanya.

Wednesday, April 4, 2018

Manfaat dan Ciri-Ciri Tanaman Kacang Panjang

manfaat dan ciri kacang panjang


Kacang panjang (Vigna sinensis L.) adalah tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Kacang panjang berasal dari India dan Afrika yang menyebar kedaerah Asia hingga ke Indonesia.

Ciri-Ciri Fisik Tanaman Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan jenis tanaman semusim yang merambat dengan ciri-ciri tanaman sebagai berikut :

  • Panjang batangnya sekitar 2-4 meter
  • Polong berbentuk bulat memanjang
  • Polong memiliki panjang antara 10-100cm
  • Batangnya bersifat memanjat dan membelit
  • Daun bersusun tiga-tiga helai
  • Bunga bebrbentuk kupu-kupu berwarna biru muda

Batang kacang panjang memerlukan penopang atau tiang sebagai media rambatnya, ini untuk mencegah agar buah tidak terjuntai menyentuh tanah. Tanaman kategori palawija ini mampu tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga ketinggian 700m diatas permukaan laut.

Manfaat Tanaman Kacang Panjang

Meski banyak sekali manfaat dari tanaman kacang panjang ini, Namun secara umum tanaman kacang panjang memiliki 2 manfaat yaitu:

1.Sebagai penyubur tanah

Kacang panjang mampu membantu dalam penyubran tanah karena adanya bintil-bintil bakteri Rhizobium yang terdapat pada akarnya. Rhizobium berguna untuk mengikat nitrogen bebas dari udara. Itulah kenapa banyak para petani yang menanam kacang panjang sebagai tanaman sela pada sawah mereka.

2.Sebagai sayuran

kacang panjang memiliki kandungan zat gizi seperti protein, kalori, vitamin A dan vitamin B. Bahkan daun kacang panjang dipercaya berkhasita dalam memperbanyak ASI pada ibu menyusui.

Tabel Kandungan Gizi Kacang Panjang per 100gr

Kandungan Jumlah
Energi 44 Kal
Protein 270 mg
Lemak 30 mg
Karbohidrat 780 mg
Kalsium 49 mg
Fosfor 437 mg
Zat Besi 0,7 mg
Vitamin A 50 RE
Vitamin B 0,13 mg

Friday, March 9, 2018

Peluang Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik

Budidaya Sayuran Dengan Teknik Hidroponik


budidaya sayuran dengan sistem hidroponik

Budidaya tanaman dengan cara hidroponik belakangan ini menjadi banyak digemari. Tanaman yang umum ditanama dengan sistem hidroponik ini adalah jenis tanamanan sayuran. Sistem hidropoik termasuk sistem yang ramah lingkungan dan hemat tempat. Selain untuk di konsumsi sendiri, budidaya sayuran dengan teknik hidroponik juga sudah banyak dilakukan dalam pertanian skala besar. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan akan sayuran dari hasil hidroponik. Peluang bisnisnya pun cukup menjanjikan, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia adalah beberapa negara dengan permintaan sayuran hidroponik ynag sangat tinggi.

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan media tanam berupa air (hydro) tanpa menggunakan tanah dengan menekanakan pada pemenuhan nutrisi bagi tanaman itu sendiri. Walaupun media tanam yang digunakan adalah air, Teknik hidroponik ini justru lebih hemat air. Pemenuhan kebutuhan air pada sistem hidroponik lebih sedikit ketimbang dengan menanam pada media tanah. Ini dikarenakan pengguaan air pada sistem hidroponik lebih efisien dibanding pada sistem konvensional pada umumnya. Sehingga pertanian dengan sistem hidroponik sangat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas.

Sistem hidroponik adalah sistem pertanian yang fleksibel, sehingga dapat dilakukan dimana saja. Peralatan yang digunakan pun tergolong sederhana dan umumnya adalah menggunakan paralon sebagai media tanam tempat pengaliran air. Menanam sayuran dengan sistem organik banyak menjadi pilihan, ini karena sayuran dapat dengan mudah tumbuh pada sistem hidroponik. Jenis sayuran yang sangat umum ditanam dengan sistem hidroponik seperti Seledri, Kangkung, Bayam maupun Selada.

kelebihan dan kekurangan sayuran hidroponik


Kelebihan Sayuran Dari Hasil Sistem Hidroponik


Walaupun belum dapat dibuktikan secara ilmiah bahwa sayuran hidroponik lebih sehat dibanding sayur yang ditanam dengan metode lain, akan tetapi beberapa penelitian berskala kecil mengarah ke hal tersebut. Salah satunya adalah penelitian dari Organic Center pada tahun 2008 lalu yang membuktikan tanaman hidroponik memiliki nutrisi melebihi tanaman yang ditanam dengan sistem konvensional. Hal serupa juga dilakukan Practical Hydroponics & Greenhouses dalam jurnalnya pada tahun yang sama.

Namun banyak penelitian menunjukkan hasil yang tidak sama, bahwa sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik memiliki nutrisi yang sama dengan sayuran yang ditanam dengan metode konvensional. Selama sayuran hidroponik tersebut memiliki nutrisi yang memadai seperti air dan mineral untuk pertumbuhannya, dan mendapatkan udara serta cahaya yang cukup, maka sayuran hidroponik mampu tumbuh dengan baik sehingga memiliki nutrisi yang baik pula.

Hidroponik dipilih karena sistem ini cukup mudah dari segi perawatannya, karena pada sistem hidroponik kita tidak direpotkan dengan penyiraman yang sudah dilakukan dengan bantuan pompa secara berkelanjutan. Selain itu sistem ini juga bebas gulma, sehingga tidak ada kegiatan penyiangan yang merepotkan.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik Dengan Benar




Penyiapan Lahan Tanam Hidroponik

Langkah petama untuk memulai menanam sayuran dengan cara hidroponik adalah penyiapan wadah sebagai media tanam. Sesuaika ukuran pipa utama sesuai dengan keinginan, umumnya pipa yang digunakan adalah ukuran 2,5" - 3". Selanjutnya paralon diberi lubang untuk tempat penanaman dengan diameter 5cm dan beri jarak 20cm pada setiap lubangnya.

Penyusuna paralon sendiri dilakukan melihat luas area yang akan gunakan sebagai area tanam nantinya. Jika memiliki area yang terbatas, penyusunan paralon bisa digunakan dengan teknik vertikultur (susunan vertikal). Namun jika area yang digunakan cukup luas, anda bisa menyusun paralon secara berjajar.

Cara Penyemaian Benih Hidroponik

Setelah Lahan tanam tersedia, selanjutnya adalah persiapan benih tanaman. Pemilihan benih sayur hidroponik usahakan benih dengan tingkat germinasi 80%. Siapkan wadah atau tray sebagai tempat untuk menyimpan benih nantinya. Selain itu siapkan juga media semai bibit, seperti ijuk, rockwool dll. Media semai yang cukup baik adalah dari bahan rockwool, bahan ini cukup praktis serta memiliki daya serap air yang cukup tinggi.

Selanjutnya anda bisa memotong rockwool dengan ukuran 5x5cm, namun anda perlu menyiapkan tempat sementara untuk untuk masing-masing potongan rockwool tersebut. Wadah rockwool ini dibuat dari pipa ukuran 3/4" yang dipotong-potong dengan ukuran masing-masing 5 cm. Lalu masing-masing potongan pipa di isi dengan potongan rockwool. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemindahan benih nantinya, jika benih di tanam pada rockwool utuh maka pengambilan benih nantinya kan lebih sulit. Pemotongan rockwool juga berpotensi merusak benih, karena akar benih kemungkinan besar juga ikut terpotong.

Potongan-potongan pipa yang telah diisi rockwool selanjutnya disiram dengan air bersih. Setelah itu baru memasukan benih kedalam masing-masing rockwool. Pengambilan benih yang kecil perludilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak benih tersebut, penggunaan cotton bud bisa membantu dalam pemindahan benih kedalam media semai. Benih yang telah di masukan kedalam media semai ditempatkan pada area yang teduh sampai menjadi kecambah. Perawatan benih cukup dilakukan dengan penyiraman yang rutin sampai benih cukup umur untuk dipindahkan ke lahan tanam / Paralon.

Cara menanam benih sayuran hidroponik

Penanaman Dan Perawatan Sayuran Hidroponik


Untuk pemindahan benih yang sudah cukup umur ke lahan taman cukup mudah. Ambil pipa yang berisi benih tersebut, lalu sodok pada bagian bawah pipa sampai rockwool keluat. Rockwool yang berisi kecambah inilah yang nati akan ditanam pada lahan tanam/paralon. Caranya cukup masukan rockwool yang berisi kecambah kedalam masing-masing lubang pada paralon yang telah disiapkan sebelumnya. Tidak ada perawatan khusus selama proses penanaman dan perawatan, hanya perlu memperhatikan kualitas dari air yang digunakan.

Perawatan pada sistem hidroponik pada dasarnya tidak berberda dengan sitem konvensional. Kualitas air menjadi perhatian penting dalam sistem hidroponik, serta tingkat salinitas dari air dijaga agar tidak melebih 2500 ppm. Air yang digunakan tidak boleh mengandung banyak unsur logam berat.


Tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik harus tercukupi semua kebutuhan nutrisinya dengan tepat. Pemberian nutrisi ini sangatlah penting bagi tanaman, nutrisi hidroponik sendiri dapat dengan mudah ditemukan dipasaran. Pemberian nutrisi dapat dilakukan langsung pada bak penampungan, namun sebelumnya nutrisi ahidroponik harus dicairkan terlebih dahulu. Larutan Nutrisi tersebut dapat diberikan sesuai kebutuhan atau terjadwal. Setiap kali larutan nutrisi berkurang hingga dibawah tingkat minimal, maka perlu ditambahkan dengan air.

Cara menanam tanaman buah ataupun sayuran hidroponik juga cocok diterapkan pada daerah perkotaaan. Karena banyak menanam dengan sistem hidroponik memiliki banyak manfaat seperti sayuran yang didapat selalu segar dan juga lebih sehat tentunya. Manfaat lain dari sistem hidroponik seperti hemat tempat dan ramah lingkungan menjadikan hidroponik pilihan yang tepat untuk memulai pertanian di perkotaan. Selain semua manfaat tersebut, tentunya hidroponik juga bisa sebagai penambah pundi-pundi anda. Hidroponik merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Saturday, March 3, 2018

Budidaya dan Pembibitan Buah Naga Organik

Tanaman Buah Naga menjadi salah satu buah yang cukup digemari belakangan ini. Buah yang memiliki kulit bersisik ini biasa dijadikan jus maupun campuran dalam minuman. Tanaman yang termasuk jenis kaktus ini konon juga Buah Naga mampu mengatasi berbagai penyakit. Meski telah banyak daerah di Indonesia yang membudidayakan buah naga, akan tetapi buah ini bukanlah buah asli Indonesia. Buah Naga yang identik dengan buah asia ini justru berasal dari Meksiko dan Amerika selatan.

Pohon Buah naga memiliki tampilan batan yang unik dan menarik. Bentuknya yang bulat menerucut serta memiliki bentuk batang segitiga serta terdapat duri-duri pendek. Tanaman ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000 yang lalu. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang adaptif, pembudidayaan buah naga kini mulai banyak di temukan di Indonesia mulai dari daerah pantai yang berpasir, hingga pada dataran tinggi di daerah pegunungan.

Buah Naga Organik


Budidaya Buah Naga

Cara tumbuh tanaman buah naga ini tidak dipengaruhi pada kualitas tanah tempat tumbuhnya. Seperti yang disebutkan, bahkan tanaman buah naga mampu hidup dengan baik pada lahan berpasir seperti pada daerah pantai. Budidaya buah naga juga tidak memerlukan perawatan khusus selama proses pertumbuhannya. Ini dikarenakan sifat dari pohon buah naga yang tidak suka air. Untuk itu, sistem drainase pada lahan tumbuh tanaman buah naga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh petani. Disamping itu tingkat keasaman tanah juga harus diperhatikan, Tanah harus ber-aerasi dengan baik dengan derajat keasaman (pH) 6,5 – 7.


Pemilihan Bibit Buah Naga Yang Baik

Wilayah Gending di Sleman, Yogyakarta, merupakan salah satu wilayah yang mengembangkan budidaya buah naga dengan sistem organik. Usaha budidaya buah naga tidaklah terlalu rumit. Langkah awal yang perlu dilakukan tentunya adalah proses pembuatan bibit buah naga. Secara umum pembibitan buah naga dilakukan dengan sistem stek batang dengan panjang antara 25-30 cm. Untuk medapatkan bibit yang berkualitas, pemilihan batang tanaman yang akan dijadikan bibit haruslah dari batang yang sehat dan produksi tinggi. Pilih batang yang dengan ukuran panjang sekitar 80-120 cm, memiliki diameter besar dan sehat, dalam arti tidak terdapat jamur ataupun bakteri yang menyebabkan batang busuk. Selain itu usahakan memilih indukan yang telah berproduksi sekitar 3-4 kali.

Pembuatan Bibit Buah Naga

Setelah mendapatkan calon bibit sesuai dengan kriteria tersebut, selanjutnya Anda bisa memotong batang tersebut dari pohon induk. Potongan tersebut dibiarkan untuk mengurangi kadar getah yang terkandung didalamnya. Setelah getah pada batang mengering, potonglah menjadi beberapa bagian dengan panjang antara 25-30 cm. Pangkal bawah hasil potongan di buat meruncing dan di oles dengan perangsang akar serta fungisida untuk menjaga agar bakal bibit buah naga tidak rusak. Untuk mendapatkan perangsang akar anda bisa mendapatkanya di toko-toko pertanian, tapi anda bisa menggunakan alternatif lain yaitu bawang merah sebagai perangsang akar alami. Bibit buah naga yang telah di oles dengan perangsang akar selanjutnya dimasukan kedalam polybag yang telah diisi dengan media tanam. Media tanam ini dibuat dari campuran Kompos, tanah dan sekam padi dengan perbandingan 4:2:1.

Perawatan Bibit Buah Naga

Tingkat kedalaman penanaman bibit adalah 5 cm. Bibit yang telah ditanam selanjutnya diberi sungkup untuk mengurangi proses penguapan yang terjadi. Perawatan yan perlu dilakukan saat bibit masih dalam polybag adalah penyiraman secukupnya dengan memperhatikan kondisi media tanam agar jangan terlalu berair. Bibit yang telah berumur 2 bulan sudah dapat di pindahkan pada lahan tanam. Namun sebelum dilakukan pemindahan bibit dari polybag ke lahan tanam, perlu dipersiapkan tiang pancang setinggi 1 meter. Tiang pancang ini berguna sebagai media rambat batang buah naga, karena buah naga tidak memiliki batang primer yang kokoh. Umumnya tiang pancang yang digunakan dalam bubidaya buah naga terbuat dari semer cor, hal ini dimaksudkan agar bisa bertahan lama. Karena umur tanaman ini cukup panjang hingga mencapai umur 10 tahun. Setiap tiang pancang diberi 2-3 lubang dengan jarak 30cm, lalu pindahkan bibit kedalam lubang pada lahan dan diberi pupuk kandang.

Dimasa awal pertumbuhan, penyiraman sebaiknya dilakukan hanya 1-2 hari sekali. Penyiraman yang berlebih justru hanya akan menjadikan bibit mengalami pembusukan. Pemupupakn tanaman hanya diberi pupuk kandang dengan interval jarak 3 bulan sekali. Selain itu, ada hal penting yang tidak boleh diabaikan pada masa ini adalah penyiangan gulma. Tumbuhan penggangu dan gulma di sekitar tanaman sedapat mungkin dibersihkan agar nutrisi yang dibutuhkan bibit bisa terserap maksimal.
Buah naga yang telah mulai berbunga secara alamai akan mengalami proses penyerbukan. Akan tetapi, untuk mendapat hasil buah dengan produksi yang maksimal proses penyerbukan bunga buah naga perlu campurtangan manusia. Proses penyerbukan tersebut dilakukna pada saat tengah malam antara jam 11-1 malam. Karena pada saat itu bunga sedang dalam kondisi mekar semprna.

Wednesday, February 14, 2018

Menanam Mentimun Pada Pekarangan Rumah

menanam mentimun di pekarangan rumah

Mentimun atau dengan nama latin Cucumis Sativus adalah tanaman semusim berbatang merambat dengan sulur berbentuk spiral. Tanaman ini termasuk kedalam jenis tanaman palawija yang cukup menguntungkan. Sebab mentimun termasuk palawija yang cukup mudah perawatannya dan harga yang cenderung stabil dipasaran. Kebutuhan pasar akan mentimun juga cenderung baik, ini karena kebutuhan mentimun untuk berbagai kuliner dan jajanan terutama untuk lalapan.

Ciri-ciri fisik mentimun


  • Batang mentimun berbentuk persegi empat dengan bulu-bulu halus pada permukaan batangnya.
  • Daun tunggal dengan letak berseling dan bertangkai panjang.
  • Bentuk daunnya lebar menjari dengan gerigi tajam serta terdapat bulu-bulu halus.
  • Bunga bebrbentuk terompet dengan 5 helai kelopak berwarna kuning cerah diantara ketiak daun dan sulur.
  • Bunga jantan berwarna putih sedangkan bunga betina berwarna kuning.
  • Buah berbentuk bulat panjang dengan warna dominan putih kehijauan, serta terdapat duri tumpul di pangkal buahnya.

Cara sederhana menanam mentimun di rumah

Untuk membudidayakan jenis palawija ini cukup mudah, tak perlu tanah dengan bidang yang terlalu lebar. Untuk itu anda bisa memanfaatkan tanah kosong dipekarangan rumah anda untuk membudidayakan mentimun. Berikut ini beberapa tahapan sederhana dalam menanam mentimun.

Persiapan lahan dan penanaman benih mentimun

Gemburkan sebidang tanah berukuran 1 x 2 meter atau dapat menyesuaikan luas pekarangan yang anda punya. Pada saat proses penggemburan bisa dicampurkan 1 kg kompos untuk setiap 1 meter persegi bidang. Ratakan tanah yang telah tercampur kompos sebelum anda mempersiapkan penanaman.

Buatlah beberapa lubang yang berfungsi untuk tempat menanam benih mentimun dengan jarak 50cm. Benih mentimun bisa anda daptkan dari biji buah mentimun yang sudah dikeringkan atau dapat dibeli langsung di toko pertanian terdekat. Ambil 3 biji benih mentimun lalu masukan kedalam lubang yang telah dibuat. Selanjutnya timbunlah benih tersebut dengan sejumput tanah/media tanam bekas galian lubang.

Penyiraman dan pemupukan bibit mentimun

Penyiraman dapat dilakukan secara teratur setiap harinya. Biasanya benih mentimun akan mulai tumbuh pada hari ke-3 setelah masa penanaman. Perhatikan juga berapa bibit yang berhasil tumbuh dari setiap lubang penanaman yang anda buat. Jika dalam 2 minggu ada lubaang yang benih nya tidak tumbuh sama sekali, segera ganti dengan benih mentimun yang baru. Perhatikan juga kesehatan batang mentimun yang mulai tumbuh. Jika terdapat bibit yang sakit atau rusak, segera singkirkan agar tidak mempengaruhi pertumbuhan bibit yang sehat.

Pemupukan dapat dilakukan setelah tanaman berumur setidaknya 15 hari setelah masa tanam. Pupuk yang diberikan adalah NPK atau pupuk kompos yang sudah matang dengan dosis menyesuaikan luah lahan dan jumlah tanaman. Selain pemupukan, perlu juga dilakukan penyiangan pada gulma dan tanaman pengganggu yang ada di sekitar tanaman.

Selanjutnya buatlah tiang atau media rabat batang mentimun. Media rambat ini bisa dibuat dengan tongkat kayu, bambu maupun kawat besi. Perhatikan juga pertumbuhan daun pada tanaman mentimun anda, jika daun terlalu lebat dapat dipangkas. Tujuan pemangkasan daun ini agar nutrisi yang diserap tidak terfokus ke daun dan merangsang munculnya bunga sehingga berbuah lebat.

Masa panen mentimun

Umumnya mentimun dapat dipanen ketikan berumur antara 2 sampai 3 bulan. Namun dengan perawatan dan pemeliharaan yang baik, mentimun juga sudah siap pane saat berumur kurang dari 2 bulan. Buah mentimun yang siap panen ditandai dengan warna buah yang sudah mulai memutih dengan sedikit kehijauan.

Beberapa pertanyaan seputar budidaya mentimun


Q : Bagaimana cara penyemaian bibit mentimun ?
A : Rendam biji mentimun selama 1 malam kemudian tiriskan airnya, selanjutnya bungkus bibit dengan kain selama 1 hari. Benih yang sudah berkecambah atau mulai berakar dapat langsung ditanam.

Q : Bagaimana cara agar buah mentimun tidak melengkung dan ujung buahnya mengecil ?
A : Kemungkinan buah mentimun tersebut kurang nutrisi. untuk mengatasinya bisa dengan memberikan pupuk NPK dengan dosis N yang lebih tinggi dengan perbandingan 25:7:7 misalnya NPK mutiara.

Q : Kenapa pohon mentimun menjadi layu dan mati saat berbunga ?
A : Kemungkinan akar tanaman busuk atau dimakan hama, coba cabut salah satu batangnya, bila busuk kemungkinan terserang layu bakteri atau dimakan hama. mengatasinya dengan pemberian fungisida, dan pemberian insektisida untuk mengusir hama pemakan akar.


Friday, February 9, 2018

Beberapa Hal Penting Sebelum Menanam Bunga Kertas !

Bunga Bougenvillea atau lebih umum disebut bunga kertas adalah salah satu bunga yang memiliki banyak sekali varietas dengan berbagai warna. Di kutip dari bougainvilleas.us bunga kertas tercatat memiliki 80-an varietas. Bunga ini cukup populer menghiasi pekarangan rumah maupun taman-taman di Indonesia.

Bunga kertas berasal dari Amerika Selatan, tanaman ini sering dijadikan tanaman dikawasan perumahan. Saat bunganya mulai muncul, bougenvillea memiliki sifat alami yaitu merontokan sebagian daunnya.

macam-macam warna bunga kertas bougenvillea

Pohon bunga kertas memiliki batang yang kecil dan sukar untuk tegak lurus. Bunganya yang berwana cerah menjadikan bunga ini banyak diminati para pecinta tanaman hias. Namun sebenarnya yang berwarna cerah itu bukanlah kelopak bunga melainkan seludang bunga yang melindungi bunga aslinya yang kecil.

cara menanam bunga kertas


Warna dari bunga kertas sangat bervariasi, hal inilah yang membuatnya banyak digemari untuk dijadikan tanaman hias. Nama bunga kertas sendiri terinspirasi dari bentuk selundang bunganya yang tipis dan seperti kertas. Beberapa warna bunga kertas diantaranya adalah:
  • Bunga kertas putih
  • Bunga kertas merah
  • Bunga kertas pink
  • Bunga kertas biru
  • Bunga kertas kuning
  • Bunga kertas ungu
  • Bunga kertas hijau
  • Bunga kertas jingga
  • Bunga kertas gold
  • dan banyak lagi lainnya.
Bunga bougenvillea sama pada bunga pada umumnya yang akan gugur setelah berusia sekitar 2 minggu.

Cara Menanam Bunga Kertas

Bunga kertas termasuk tanaman yang cukup mudah perawatannya. Sifatnya yang menyukai cahaya matahari, membuat bunga ini tumbuh subur di negara-negara tropis seperti Indonesia. Untuk perkembang biakan bunga kertas, terdapat berbagai cara untuk melakukannya. diantaranya :

1. Menanam Bunga Kertas Dengan Stek Batang

Untuk melakukan stek batang pada bunga kertas, anda dapat memilih batang dewasa dengan ukuran sedang. Lalu potong batang dengan potongan menyerong. Hasil potongan ini lah yang nantinya di tancapkan ketanah sedalam 5 cm untuk ditanam. Waktu melakukan stek batang pada bunga bougenvillea yang baik adalah ketika pagi hari dan malam hari. Kedua waktu tersebut merupaka waktu yang memiliki tingkat tumbuh tunas yang tinggi.

2. Menanam Bunga Kerta Pada Tanah Berpasir

Jika tidak ada tanah berpasir, anda dapat membuatnya sendiri dengan mencapurhkan tanah dengan pasir. Tekstur tanah berpasir yang berpori amat disukai oleh bunga kertas. Namun teknik menanam bunga kertas ini memerlukan penjagaan tingkat kelembaba tanah, ini sangat mempengaruhi pertumbuhan bunga kertas nantinya.

3. Menanam Bunga Kertas Dengan Sambung Pucuk

Teknik ini adalah teknik yang sangat populer digunakan untuk perkembang biakan bunga kertas. Umumnya teknik ini digunakan untuk merekayasa warna pada bunga kertas, sehingga dalam satu pohon terdapat berbagai macam warna bunga. Meski terlihat sederhana, ternyata teknik ini memerlukan keahlian khusus dalam penerapannya. Teknik ini memiliki tingkat keberhasilan yang rendah dan cukup sulit dalam melakukannya.

Secara garis besar, teknik ini adalah teknik menggabungkan cabang muda dari satu jenis bunga kertas ke cabang yang lebih dewasa pada bunga kertas berbeda jenis. Perbedan jenis bunga ini diharapkan memberikan hasil warna bunga yang berbeda saat pucuk menyatu dan tumbuh.

Video Dan Gambar Cara Menanam Bunga Kertas Bougenvillea




Cara Merawat Bunga Kertas

Jika pada umumnya tanaman perlu dilakukan penyiraman secara rutin dan berkala, hal ini sepertinya tidak berlaku untuk bunga kertas. Nyatanya, bunga ini dapat bertahan di tanah tandus yang kaya akan sinar matahari. Tak heran jika banyak orang yang senang menanam bunga kertas, selain keindahan warna bunganya, tanaman ini juga minim perawatan.

Bahkan beberapa pengalaman pecinta bunga menyebutkan, bunga kertas ini termsuk buunga yang suka "disiksa". Mereka sengaja untuk tidak menyiram bunga tersebut dalam waktu lama, dan hanya malakukan penyiraman sesekali. Hasilnya bunga-bunga indah pun bermekaran.

Setelah tanaman bunga kertas mulai berbunga, lakukan penyiraman dan pemupukan untuk mengembalikan kesegaran bunga kerta. Hal ini dapat dilakukan selama 2 minggu. Setelah itu bunga kertas dapat dibiarkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari dapat membantu bunga terus bermekaran sepanjang tahun.